Bandara Palembang antisipasi peningkatan penumpang pesawat

id Bandar Udara, Sultan Mahmud Badarudin II, lonjakan penumpang, pesawat, angkutan udara, Iskandar Hamid

. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Palembang (Antarasumsel.com) - Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sumatera Selatan, mulai melakukan berbagai kegiatan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat pada arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"Pengguna jasa angkutan udara pada arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri diprediksi meningkat 5-8 persen, kondisi ini perlu dilakukan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di bandara dan tidak terlayani dengan baik oleh maskapai penerbangan," kata General Manager PT Angkasa Pura II Palembang Iskandar Hamid di Palembang, Rabu.

Untuk mencegah penumpukan penumpang, pihaknya berupaya mengoptimalkan loket pelayanan pelaporan keberangkatan (check in) dan mendorong maskapai penerbangan menambah penerbangan, terutama pada puncak arus mudik dan balik Lebaran

Khusus penerbangan tambahan, sementara ini baru dua maskapai penerbangan yang memastikan melakukan penambahan penerbangan, yakni Citilink rute Palembang-Batam dan NAM Air rute Palembang-Pangkalpinang.

Dia menjelaskan pengguna jasa angkutan udara dari Palembang ke Jakarta dan beberapa kota lainnya pada arus mudik Lebaran diprediksi mengalami peningkatan hingga 16 ribu orang.

Ia mengatakan mereka yang datang ke "Bumi Srwijaya" itu, diprediksi sekitar 15 ribu orang atau meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 14.781 orang.

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa angkutan udara, katanya, selain mengoptimalkan seluruh fasilitas pelayanan dan personel, pihaknya juga berupaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan di kawasan bandara.

Pihaknya juga berupaya mendirikan posko mudik Lebaran sehingga masyarakat yang membutuhkan informasi penerbangan dan bantuan terkait dengan masalah pelayanan jasa angkutan udara dapat lebih mudah menghubungi petugas yang siaga sepanjang jam operasional bandara.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar