Teknisi: BBM oktan tinggi bagus untuk mesin

Pewarta : id Pertalite, Pertamax, penelitian, kendaan, motor, mobil, teknisi, buat mesin, enteng saat berjalan, BBM oktan rendah

Petugas SPBU mengisikan BBM Pertalite ke kendaraan roda dua. (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)

Jakarta (Antarasumsel.com) - Teknisi otomotif menyatakan penggunaan BBM beroktan tinggi Pertalite dan Pertamax dapat membuat mesin dengan kapasitas lebih kecil, mampu menghasilkan tenaga lebih besar sehingga  semua mobil layak menggunakan bahan bakar jenis ini.

"Sangat kami anjurkan menggunakan BBM beroktan tinggi, karena berkaitan dengan performa, gas buang dan kenyamanan jangka panjang," kata Kepala Bengkel Agung Toyota SM Amin Pekanbaru, Erwin ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu
Menurut dia, banyak kerugian menggunakan BBM oktan rendah, seperti Premium antara lain membuat emisi gas buang jadi lebih polutif, sehingga tidak sesuai dengan konsep green car atau mobil ramah lingkungan.

Kerugian penggunaan Premium, tambahnya, untuk jangka panjang, erat kaitannya dengan ketahanan mobil sementara jangka menengah, pemilihan BBM yang sesuai adalah soal performa atau tenaga mesin. Penggunaan oktan rendah akan membuat mesin harus melalui servis khusus pada jangka waktu tertentu.

Erwin mengakui, dirinya sejak lama mempelajari hal itu dan kerap menemukan beberapa mesin mobil konsumen yang memiliki deposit karbon dalam mesin cukup tinggi. Selain itu, ada juga yang mengeluhkan getaran, seperti knocking yaitu mesin yang menggelitik.

"Setelah ditanyakan, konsumen mengakui bahwa mereka memang selalu menggunakan Premium," katanya.

Tingginya deposit karbon di mesin, menurut Erwin, karena proses pembakaran tidak sempurna, sebagai akibat dari rendahnya oktan pada BBM. Dalam jangka panjang, penumpukan tersebut akan menurunkan tenaga mesin. Penumpukan juga menyebabkan efek getaran pada mesin.

"Kalau sudah terjadi penumpukan karbon, kami menawarkan pembersihan ruang bakar. Ini satu-satunya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari penggunaan BBM oktan rendah," ujarnya.

Tony Purnama,  karwayan sebuah BUMN  juga mengakui kerugian penggunaan BBM oktan rendah yakni ketika masih memakai Premium, mesin mobilnya sangat kasar dan bahkan knalpot pernah mengeluarkan oli. Oleh karena itu, sejak 2016 dia beralih ke Pertalite.

"Sampai sekarang, mesin menjadi lebih halus dan bertenaga.   BBM dengan oktan tinggi juga lebih hemat," katanya.

Menurut   Anton, pengguna sepeda motor sekaligus modifikator, pemakaian BBM beroktan rendah lebih berbahaya lagi untuk sepeda motor karena  menyebabkan bertumpuknya karbon yang membuat tenaga sepeda motor menurun tajam. Bahkan dapat mengakibatkan kerusakan mesin yang permanen.

Penggunaan BBM beroktan rendah untuk mesin kompresi tinggi, tambahnya sangat berisiko karena  BBM tersebut meledak lebih dahulu sebelum adanya percikan api busi. Jika itu terjadi, mesin akan mengalami getaran yang lazim disebut knocking.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, lanjut dia, knocking akan menyebabkan mesin rusak permanen di bagian piston. Tidak heran, menurutnya, piston motor yang menggunakan Premium, pada usia di atas lima tahun, terkadang berlubang.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar