Polda Sumut tingkatkan kewaspadaan pascabom

id polda sumut, polisi, siaga, mencegah teroris, ledakan bom, Kombes Pol Rina Sari Ginting

Polda Sumut tingkatkan kewaspadaan pascabom

Ilustrasi (FAntarasumsel.com/Fenny Selly)

Medan (Antarasumsel.com) - Seluruh personel Polda Sumatera Utara diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan pascaserangan bom di Jakarta Timur, DKI Jakarta, pada Rabu (24/5) malam yang mengakibatkan tiga anggota Polri meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Kamis, mengatakan instruksi dan arahan telah disampaikan kepada seluruh satuan kerja dan satuan wilayah di jajaran Polda Sumut.

Dalam arahan dan instruksi itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengingatkan kewaspadaan semakin ditekankan bagi personel yang menjalankan tugas dengan berseragam.

Personel yang melakukan patroli juga diingatkan untuk melaksanakan patroli sendiri dan petugas mengatur lalu lintas harus diback up dengan "buddy system".

Kewaspadaan juga harus ditingkatkan untuk seluruh markas komando atau kantor kepolisian di jajaran Polda Sumut dengan menambah petugas yang melakukan penjagaan.

"Periksa semua kendaraan dan orang yang masuk (kantor polisi)," katanya.

Menurut Kombes Rina, seluruh satuan wilayah dam polres diarahkan untuk meningkatkan patroli dengan skala besar di tempat ibadah dan razia dengan skala besar sebagai upaya preventif.

Dalam melaksanakam razia tersebut, personel kepolisian diingatkan untuk menggunakan buddy system melalui petugas yang tifak berseragam.

Polda Sumut juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika menemukan orang atau hal-hal yang mencurigakan.

"Jika ada orang baru yang mencurigakan yang masyarakat ketahui, laporkan untuk dilakukan monitoring oleh pihak kepolisian," katanya.

Ledakan bom terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam ketika polisi sedang mengawal pawai obor menjelang Ramadhan. Terduga pelaku meninggal di tempat dengan potongan tubuh kepala, kaki, dan badan yang terpisah.

Total korban tewas akibat bom di Kampung Melayu sebanyak lima orang. Dua orang tewas di antaranya diduga sebagai pelaku, sedangkan tiga orang lain merupakan personel Polri.

Serangan bom tetsebit juga menyebabkan 10 orang mengalami luka-luka yakni lima personel polisi dan lima orang warga sipil.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar