Menkeu: Dana Asian Games cair asalkan bentuk BLU

id Sri Mulyani, Asian Games, dana asian games, Badan Layanan Umum, panitia penyelenggara, Pak Erick

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) berbincang dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Menteri PU PR Basoeki Hadimoeljono (kanan) saat meninjau progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) / Kereta ringan di Stasiun Jakabaring Palemba

Palembang (Antarasumsel.com) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pencairan dana pelaksanaan Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang dapat dilakukan asalkan panitia penyelenggara (Inasgoc) membentuk Badan Layanan Umum.

Sri Mulyani yang diwawancarai di sela-sela kunjungan ke Stadion Menembak Jakabaring, Palembang, Rabu, mengatakan berdirinya BLU ini sangat penting, karena jika telah berbentuk badan maka sejatinya telah menjadi organisasi yang lebih permanen dan bisa mengelola berbagai macam kegiatan olahraga di Indonesia.

"Kebutuhan Asian Games, baik yang dialokasikan di Kemenpora maupun Inasgoc akan diupayakan terpenuhi sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Minggu lalu saya sudah cek ke Pak Erick (Ketua Komite Olimpiade indonesia) tidak hanya dari sisi anggaran tapi terpenting Inasgoc membentuk BLU," kata Sri.

Dalam kunjungan yang juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya, Sri mengatakan sejauh ini Kementerian Keuangan terus memonitoring mengenai rencana pembentukan BLU ini karena berharap dapat terwujud dalam waktu dekat.

Dukungan sepenuhnya akan diberikan ke panitia penyelenggara Asian Games karena negara sendiri telah menganggarkan dana untuk kebutuhan Asian Games. Bahkan, Sri menggaransi jika masih kurang maka dapat saja ditambahkan pada APBN-P pada Juli mendatang.

Terkait besaran dana yang dialokasikan pemerintah itu, Sri tidak mengetahui persis angkanya. Akan tetapi, ia menjamin bahwa persoalan saat ini bukan pada ketersediaan dana melainkan persyaratan pembentukan BLU.

Bahkan ketika ditanya apakah dirinya mengajukan persyaratan pencairan dana berupa Peraturan Presiden seperti hasil rapat pleno 9 Februari 2017 lalu antara Kemenpora, Kemenkeu dan Inasgoc, Sri berkilah bahwa ia tidak terlalu mempedulikannya.

"Saya justru tidak `aware` ada Perpres atau tidak. Tapi jika sudah dalam bentuk BLU maka permintaan dana akan dipenuhi. Mengapa? karena pengelola anggaran sudah bersifat permanen, bisa berjalan terus meskipun Asian Games sudah selesai. Malah bisa menghasilkan pendapatan bagi pemerintah karena sudah ada sistem kelembagaannya," tuturnya.

Jika BLU ini sudah didirikan maka kebutuhan dana Rp500 miliar yang diharapkan dapat dicairkan pada tahun ini dipastikan dapat terlaksana.

"Dana Rp500 miliar tidak ada masalah. Jika mereka membutuhkan, dana sudah `stand bye`," ujar Sri.

Sebelumnya Inasgoc mengajukan kebutuhan dana Rp8,7 triliun untuk pelaksanaan Asian Games. Pada tahun ini pemerintah telah menyanggupi sebesar Rp2,3 triliun, di mana sebanyak Rp500 miliar dijanjikan akan dicairkan ada pertengahan tahun 2017.

Belakangan Ketua Panitia Pengarah Asian Games Jusuf Kalla mengatakan terdapat pemangkasan anggaran dari Rp8,7 triliun menjadi Rp4,5 triliun dan salah satu dampaknya yakni pengurangan cabang olahraga.

Menkeu bersama dua menteri lainnya melakukan kunjungan ke Palembang untuk memantau progres pembangunan sejumlah proyek infrastruktur penunjang Asian Games. Proyek itu, "Light Rail Transit", Jalan Tol Palembang Inderalaya, Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung, Rusunami Jalabaring, Stadion Menembak, dan Arena Dayung.
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar