Kerugian akibat banjir-longsor Limapuluh kota Rp253 miliar

id banjir, kerugian daerah, longsor, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Irfendi Arbi

Ilustrasi Ratusan rumah terendam banjir (Antarasumsel.com/E Permana)

Sarilamak, Sumbar (Antarasumsel.com) - Kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Jumat (3/3), mencapai Rp253 miliar, yang mana lebih 80 persen adalah sektor pekerjaan umum.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi di Payakumbuh, Minggu, mengatakan sektor pekerjaan umum angkanya mencapai Rp226,7 miliar karena ruas jalan yang rusak ada 64 titik dengan perincian tujuh di Kecamatan Bukik Barisan, Pangkalan Koto Baru 38 titik, Mungka dua titik, dan Kapur IX sebanyak 17 titik.

Selain itu kerusakan irigasi pada 43 titik, jaringan pipa air bersih, tiga titik jembatan di jalur Sumbar-Riau, yakni kilometer 17, 19, serta 84, serta 52 unit rumah rusak, dua di antaranya rumah rusak berat, dan 50 rusak sedang.  
Kemudian pada sektor pertanian kerugian mencapai Rp9,72 miliar, yang meliputi tanaman dan lahan. Untuk tanaman ada padi, jagung, cabai, bawag merah, karet, sawit, gambir, dan kakao. Sementara lahan ada yang hilang, tertimbun longsor, jalan usaha tani tersier, serta jalan usaha tani yang rusak
Selanjutnya 31 sarana dan prasarana rusak, dimana kerugian mencapai Rp8,45 miliar. Perinciannya 14 unit Taman Kanak-Kanak (TK), 11 sekolah dasar, empat unit SLTP, serta dua unit SLTA.

Berikutnya, untuk sektor perikanan kerugian Rp4,82 miliar, yang meliputi benih ikan 1.316.000 ekor, induk ikan 12.000 ekor, ikan komsumsi 14.000 ekor, sarana produksi 74 paket, serta ikan pada program mina padi 300 kilogram.

Ppada bidang kesehatan mencapai 2,34 miliar, yang mana akibat bencana tersebut merusak 11 item peralatan di puskemas pembantu dan poskeri rusak 68 item Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Pangkalan, dan 28 mobiler pukesmas, pustu, dan pokeri. Selain itu juga merusak 11 item peralatan puskesman, alat kesehatan rawat inap puskesmas, dan alat labor serta dental unit.

Terakhir untuk sektor perdagangan kerugian mencapai Rp875 juta, dimana ada pasar, los, dan kios pada pasar tradisional di Nagari (desa adat) Gunuang Malintang serta Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang rusak.

Bupati menyebutkan pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya dalam masa tanggap darurat, termasuk mengevakuasi korban yang meninggal dunia.

"Tinggal bagaimana melakukan pemulihan terhadap masyarakat dan infrastruktur pascabencana," kata dia.

Direktur Bantuan Darurat Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Eko Budiman menilai penanggulangan banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota berjalan baik sehingga pemulihan setelah kejadian itu dapat terlaksana dengan cepat.

Hal itu berkat keseriusan dan kerja keras pemerintah daerah bersama instansi terkait sehingga BNPB memberikan apresiasi terkait penanganan bencana tersebut.

"Kami menilai secara keseluruhan penanganan bencana alam yang dilakukan sudah berjalan dengan baik, cepat, dan tanggap" kata dia.

Ia mengatakan dengan adanya bencana tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah daerah sehingga ke depannya penanganan bencana lebih baik lagi agar dampaknya dapat dikurangi.

Kemudian langkah-langkah penanggulangan bencana tersebut juga untuk meminimalisir korban jiwa akibat kejadian itu.

Menurutnya, kondisi pascabencana di Kabupaten Limapuluh mulai stabil, sebab air mulai surut dan masyarakat sudah kembali ke rumah mereka masing-masing serta disibukkan memberikan material akibat banjir.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar