Wenger salahkan wasit terkait kekalahan Arsenal

id Arsene Wenger, Manajer Arsenal, menyalahkan, Bayern Munich, pelatih, tim meriam london, wasit, perempat final, kekalahan, Liga Champions

Arsene Wenger (Reuters)

London (Antara/Reuters) - Manajer Arsenal Arsene Wenger bereaksi terhadap kekalahan 1-5 timnya dari Bayern Munich di Liga Champions pada Selasa dengan menyalahkan wasit.

Bukannya menyalahkan para pemainnya untuk hasil memalukan lain di tangan klub Jerman, Wenger mengarahkan rasa frustrasinya terhadap wasit asal Yunani Tasos Sidiropoulos yang kepemimpinannya disebut "memalukan" setelah Arsenal menelan kekalahan agregat 2-10.

Wenger, yang kontraknya akan habis pada akhir musim dan kelihatannya sedang menuju pintu keluar setelah 21 tahun mengarsiteki klub London itu, marah karena pelanggaran terhadap Theo Walcott tidak berbuah penalti setelah golnya memicu harapan akan terwujudnya kebangkitan.

Ia menuding Sidiropoulos "membunuh" timnya ketika mengusir keluar lapangan kapten Laurent Koscielny setelah sang pemain bertahan membuat timnya dihukum penalti, yang sukses dikonversi Robert Lewandowski untuk menyamakan kedudukan.

"Saya merasa bahwa kami menampilkan permainan dengan semangat dan harga diri yang kami inginkan dan setelah itu cerita berakhir dengan buruk," kata Wenger, yang kini telah tujuh kali secara beruntun tersingkir di 16 besar Liga Champions, kepada para pewarta.

"Kami tidak beruntung malam ini pada kedudukan 1-0 di babak pertama dengan Walcott yang semestinya mendapat penalti dan pada babak kedua wasit membunuh permainan. Setelah itu, ini menjadi sangat sulit," tambah pria Prancis tersebut.

"Wasit sangat berkuasa malam ini. Bukan hanya itu bukan penalti namun (Lewandowski) juga offside. Di atas semuanya ia memberi kami kartu merah yang membunuh kami secara keseluruhan."
"Menurut saya itu tidak dapat dijelaskan, itu skandal. Bayern merupakan tim yang bagus namun malam ini mereka dapat mengatakan terima kasih kepada wasit."
Pasukan Wenger telah tiga kali kalah pada empat pertandingan terakhirnya di Liga Inggris yang membuat mereka tergelincir dari empat besar, dan sejumlah penggemar membentangkan spanduk-spanduk yang menuntut dirinya pergi pada akhir musim.

"Keras kepala, basi, tidak punya ide," bunyi salah satu spanduk, sedangkan yel-yel "Arsene Wenger kami ingin Anda pergi" dapat terdengar di seantero stadion.

Wenger (67) terlihat sebagai sosok yang sedih ketika Bayern menggila pada 20 menit terakhir, di mana Arjen Robben, Douglas Costa, dan dua gol dari Arturo Vidal memberikan kekalahan terbesar di kandang sendiri dalam rentang waktu 19 tahun.

"Para pemain tidak mengecewakan saya, wasitlah yang membuat kami kecewa," kata Wenger, menolak pemikiran bahwa para pemainnya telah menyerah.

"Kami berada dalam situasi mustahil pada kedudukan 1-1 dengan sepuluh pemain, untuk kemasukan empat gol dari tim dengan kualitas mereka. Kami harus mencoba namun tahu bahwa kami akan dihantam melalui serangan balik. Jika kami tidak menyerang, orang-orang akan bertanya mengapa."
"20 menit terakhir begitu sulit. Kami tidak memiliki harapan dan Bayern dapat memasukkan pemain-pemain yang segar."
Arsenal dapat menebus hasil ini pada pertandingan perempat final Piala FA akhir pekan ini melawan tim strata kelima Lincoln City, namun bahkan mengangkat trofi kemungkinan tidak akan menyelamatkan Wenger.

Mantan penyerang Arsenal Ian Wright percaya bahwa rezim panjang Wenger di klub London itu hampir selesai.

"Dengan semua yang terjadi Anda harus berkata bahwa akan memerlukan usaha monumental bagi Arsenal untuk membalikkannya, terkait gebrakan dan determinasi para pemain," tutur Wright.

"Ini terasa seperti sesuatu akan segera berakhir."(H-RF)

Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar