Nelayan Aceh utara tidak melaut selama sebulan

id nelayan, melaut, mencari ikan, cuaca buruk, gelombang tinggi

Nelayan (Antarasumsel.com/Arina S.)

Lhokseumawe (Antarasumsel.com) - Aktivitas nelayan tradisional di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sejak sebulan terakhir tidak rutin melaut karena cuaca buruk terus melanda perairan wilayah itu.

Panglima Laot (Lembaga adat laut) Kecamatan Seunuddon, Amir Yusuf, kepada wartawan di Lhokseumawe, Minggu mengatakan selama ini nelayan tidak banyak beraktivitas di laut karena kerap dilanda cuaca buruk, seperti  angin kencang, ombak besar dan hujan deras yang datang tiba-tiba.

"Misalnya pada pagi hari cuaca sedang tenang, tetapi begitu nelayan pergi melaut tiba-tiba datang cuaca buruk, sehingga mereka harus pulang. Daripada mengambil risiko besar akibat angin kencang hujan deras dan ombak tinggi, maka para nelayan memilih tidak melaut," katanya.

Dalam sebulan ini, kata Amir, aktivitas melaut para nelayan daerahnya bisa dihitung dengan jari. Jika ada yang pergi melaut, nelayan tidak terlalu jauh melaut dari daratan agar bisa segera balik arah pulang apabila datang cuaca buruk.

Amir Yusuf menambahkan kalaupun para nelayan melaut dalam kurun waktu itu, maka hasil tangkapan nelayan juga tidak maksimal seperti biasanya, bahkan tidak sedikit nelayan yang merugi.

"Kalaupun bisa melaut, tetapi hasil tangkapan nelayan tradisional daerah kami rata-rata menurun. Bahkan, biaya pengeluaran saat akan berangkat melaut tidak seimbang dengan hasil tangkapan mereka," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, maka para nelayan memilih bekerja serabutan di darat sembari menunggu bisa melaut lagi dengan normal, katanya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar