Wina: Akurasi tetap lebih penting dibanding kecepatan

id wina armada, pers, hpn, niken, pwi, hari pers nasional

Wina Armada Sukardi (ist)

....Dalam pergolakan zaman dewasa ini pers harus tetap tunduk dan taat kepada Kode Etik Jurnalistik....
Ambon (Antarasumsel.com) - Ahli Hukum Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Wina Armada Sukardi menyatakan
walaupun zaman berubah dan teknologi komunikasi terus berkembang dengan dahsyat, tetapi bagi pers akurasi harus tetap lebih diutamakan dan penting dibanding kecepatan.

"Oleh karena itu,  dalam pergolakan zaman dewasa ini pers harus tetap tunduk dan taat kepada Kode Etik Jurnalistik," kata Wina yang juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini dalam acara Diskusi Publik, memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di Ambon, Maluku, Selasa.

Dalam diskusi publik bertajuk "Pers Maluku Sebagai Penjaga Perdamaian dan Pendorong Pembangunan" yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, Wina Armanda menjelaskan, pers Indonesia tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan Indonesia.

Sebab pers Indonesia selain mempunyai tanggung jawab teknis profesional, juga memiliki tanggung jawab sosial kebangsaan.

Oleh karena itu pers Indonesia harus menjadi bagian dari "comunition of hope", pers yang membawa pencerahan, termasuk pers Makuku, kata dia.
 
Ia menjelaskan, Maluku sebagai daerah kepulauan diharapkan ke depan dalam strategi membangun pers digital perlu  menjadi prioritas, walaupun tidak semua media digital termasuk katagori pers.

"Hanya media digital yang tunduk kepada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang dapat dikatagorikan pers," tegasnya.

Sementara itu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti, menegaskan  kini pers harus lebih cermat dan berperan mengurangi berita 'hoax' atau berita bohong.

Akibat banyaknya berita bohong, kata Niken, sering menimbulkan gejolak sosial dan  bentrok horizontal. Maka pers, harus menjujung tinggi prinsip-prinsip pers sebagai penjaga kebenaran dan demokrasi.

Niken menekankan, sebagai pers sebagai pilar keempat memikiki pengaruh yang sangat besar. Walaupun sudah muncul media sosial, namun kepercayaan dan pengaruh pers menjadi arus utama tetap besar, karenanya dalam perkembangan seperti sekarang justeru profesionalisme pers semakin dibutuhkan.

Dalam diskusi publik ini tampil lima  pembicara, selain Wina Armada dan Niken,  juga Noeh Hatumena, Nico Witumena dan Lukman H. (Rel/I016)




Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar