Menhub resmikan terminal bus Ponorogo

id Budi Karya Sumardi, Terminal, Menteri Perhubungan, Tipe A, Jawa Timur, Kabupaten Ponorogo, Terminal bus

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan).(Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/den)

Ponorogo (Antarasumsel.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi meresmikan operasional Terminal Bus Tipe A Seloaji di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat.

Terminal ini merupakan terminal tipe A kedua  yang diresmikan Menhub setelah Terminal Tirtonadi di Kota Solo, Jawa Tengah, sedangkan  Terminal Pulogebang, Jakarta Timur segera dioperasi setelah "soft launching" awal tahun ini.

Terminal bus Seloaji dibangun mulai 2013 menelan anggaran Rp45,959 milar, di antaranya Rp34 berasal dari anggaran Kementerian Perhubungan, sedangkan sisanya dari dana pemerintah daerah.

Sarana publik ini dibangun di atas lahan seluas 46,960 meter persegi dengan luas bangunan 5.944 meter persegi.

Budi Karya Sumadi  dalam sambutannya, Budi mengatakan Kementerian Perhubungan telah mendukung pembangunan Terminal Seloaji sebagai terminal angkutan jalan di Indonesia yang cukup memadai untuk pelayanan masyarakat Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya, dalam kebutuhan bermobilitas.

Terminal tersebut menerapkan konsep bangunan hijau (eco green building)  dengan harapan dapat meminimalkan ketergantungan pada listrik.

"Melalui ruang terbuka hijau pada area taman terminal dan pencahayaan ruangan, diharapkan terminal tetap terang tanpa terlalu bergantung pada energi listrik," kata Budi.

Untuk meningkatkan pelayanan dan budaya antri di Terminal Seloaji, Kementerian Perhubungan pada tahun 2018 akan melanjutkan penyempurnaan fisik terminal dengan melakukan kegiatan penambahan beberapa fasilitas antara lain penunjuk arah,  papan informasi, jalur difabel, kursi roda, kamera pengawas, sistem informasi, pagar sterilisasi dan ruang kesehatan.

Mulai 2017, seluruh terminal bus tipe A dikelola oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan tipe B dan C.

Selain meresmikan terminal, Menhub juga mengukuhkan
2.665 orang petugas terminal tipe A dan  Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) seluruh Indonesia sebagai karyawan Kemenhub.

Untuk mendukung proses pengalihan pegawai dan operasional terminal tipe A dan UPPKB seluruh Indonesia, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran pada  2017 sebesar satu triliun rupiah yang terdiri dari Rp723 miliar  untuk belanja pegawai, Rp73 miliar  operasional UPPKB seluruh Indonesia dan Rp 212 miliar  untukk operasional terminal tipe A seluruh Indonesia.

Pada peresmian itu juga dilakukan telewicara  antara Menteri Perhubungan dengan beberapa Koordinator Terminal Tipe A dan UPPKB di seluruh Indonesia.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar