Kebebasan pers tidak terpengaruh pemblokiran laman website

id pwi, Persatuan Wartawan Indonesia, Margiono, kebebasan pers, pemblokiran, laman website, perusahaan pers, milik pribadi,

Ketua Umum PWI Pusat Margiono (ANTARA FOTO)

....Jika ada perusahaan pers yang legal dan memiliki badan hukum jelas yang diblokir pemerintah, PWI akan berada di depan untuk menyelesaikan persoalan tersebut....
Padang (Antarasumsel.com) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono menilai kebebasan pers tidak terpengaruh pemblokiran sejumlah laman website oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena bukan media milik perusahaan pers yang legal.

"Kami pastikan yang diblokir adalah laman milik pribadi, bukan perusahaan pers yang legal. Karena itu tidak ada pengaruhnya terhadap kebebasan pers," katanya saat melantik Pengurus PWI Sumbar periode 2016-2021 di aula gubernuran, Senin.

Menurutnya hingga saat ini kebebasan pers di Indonesia masih terjamin dan diharapkan akan tetap seperti itu.

Ia memastikan jika ada perusahaan pers yang legal dan memiliki badan hukum jelas yang diblokir pemerintah, PWI akan berada di depan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kita terus memantau hal ini," katanya.

Meski tidak bermasalah dalam kebebasan pers, namun ia tetap mengingatkan wartawan terutama yang tergabung dalam PWI untuk bekerja secara profesional.

"Profesional itu mudah yaitu laksanakan tugas sesuai kode etik jurnalistik," ujar dia.

Ia juga mengingatkan bahwa produk jurnalistik yang dihasilkan harus memberikan manfaat dan kebaikan kepada masyarakat, karena kalau tidak, karya yang dihasilkan itu tidak bernilai.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam kesempatan yang sama mengatakan PWI sebagai organisasi profesi wartawan harus terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan profesionalitas.

"Jangan ada lagi istilah wartawan bodrek atau sebutan lain yang merujuk pada tindakan tidak profesional," ujarnya.

Irwan mengatakan ia juga pernah merasakan buruknya akibat dari berita tidak profesional oleh wartawan tidak profesional seperti itu, dan berharap ke depan tidak terjadi lagi.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar