Logo Header Antaranews Sumsel

Pembangunan rumah toko kerap kurang peduli lingkungan

Rabu, 23 Maret 2016 10:19 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto IST)
....Seharusnya warga pemilik ruko tidak boleh seperti itu, ini sama saja dengan mementingkan diri sendiri. Saat hujan turun, membiarkan air melimpah ke jalan....

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Pembangunan rumah toko di Palembang kerap kurang mempedulikan lingkungan karena pemilik mengecor bagian luar tanpa menyisakan tanah untuk menyerap air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Palembang Darma Budi di Palembang, Selasa, mengatakan, keadaan ini dapat terpantau dari rumah toko (ruko) yang ada di pinggir jalan utama Kota Palembang, seperti di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan R Sukamto.

"Seharusnya warga pemilik ruko tidak boleh seperti itu, ini sama saja dengan mementingkan diri sendiri. Saat hujan turun, membiarkan air melimpah ke jalan," kata dia seusai menghadiri seminar Hari Air Sedunia.

Ia melanjutkan, lebih parah lagi, sebagian besar ruko ini mengecor drainase untuk memperluas areal parkir dan memiliki tinggi muka bangunan sebanyak 20-30 cm dari jalan.

"Padahal, drainase ini seharusnya ditutup dengan teralis saja, bukan ditutup total seperti ini. Saat petugas ingin membersihkannya terpaksa jadi membongkar drainase, seharusnya jika diteralis maka bisa dibuka langsung," kata dia.

Atas kondisi ini, ia menyinyalir ada `pemain` yang bisnisnya hanya untuk jual beli ruko, atau membangun tidak bermaksud untuk menempatinya sehingga tidak mempedulikan lingkungan.

Terkait ini, Darma enggan menyalahkan Dinas Tata Kota meskipun menilai bahwa terdapat kekurangtelitian dalam memeriksa Izin Peruntukan Bangunan (IPB) setelah meloloskan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ia menilai, seharusnya warga juga merespon negatif atas tindakan pemilik ruko ini seperti yang dilakukan warga di depan Hotel Best Sekip beberapa waktu lalu.

"Jika warga sudah ribut, maka mau tidak mau pemilik ruko harus menghentikan pembangunannya. Terkadang, hal ini yang ditunggu PU Bina Marga," kata dia.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sempat mengingatkan Pemkot Palembang untuk mengeluarkan peraturan daerah yang mengharuskan pemilik ruko memelihara setidaknya satu pohon.

"Lihat sendiri, tanah semua dicor, jadi air lari ke mana. Seharusnya mereka diwajibkan memiliki pohon. Urusan banjir ini tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah tapi harus bersama-sama," kata Alex.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026