Logo Header Antaranews Sumsel

Disnakertrans Musirawas siapkan tenaga kerja terampil

Jumat, 18 Maret 2016 13:20 WIB
Image Print
Tenaga kerja wanita Indonesia (FOTO ANTARA)

Musirawas, (ANTARA Sumsel) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mempersiapkan tenaga kerja lokal dengan berbagai keterampilan agar bisa bersaing dengan pekerja asing yang masuk Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musirawas Jamil Kamal di Musirawas, Jumat, mengatakan bila tenaga kerja lokal tidak dipersiapkan maka mereka akan menganggur karena kalah bersaing dengan tenaga kerja asing yang akan membanjiri Tanah Air.

Ia mengatakan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berisiko terjadinya penambahan jumlah penganguran di Tanah Air, khususnya di Kabupaten Musirawas, yang rata-rata masih memiliki keterampilan alami.

"Kalau tenaga kerja lokal tidak dibekali dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik maka dikhawatirkan akan kalah bersaing dengan tenaga asing yang secara kemampuan akan lebih unggul," katanya.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihaknya akan memberikan pelatihan bagi masyarakat, terutama pelajar Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) yang baru menyelesaikan jenjang pendidikannya, baik jurusan otomotif, perkantoran, maupun perkebunan.

Dia menjelaskan setelah mereka mengikuti pelatihan akan diberikan sertifikat sehingga tidak hanya mengandalkan ijazah terakhir, tetapi dibekali dengan sertifikat keterampilan.

Ia menjelaskan tentang manfaat pelatihan tersebut. Para pekerja lokal dapat lebih siap dan mampu bersaing dengan pekerja asing di lapangan.

"Bila tidak, masyarakat Musirawas akan menjadi penonton di daerah sendiri karena kalah bersaing," katanya.

Pemberlakukan MEA berdampak pada tenaga kerja lokal tanpa keterampilan karena setiap perusahaan akan mengoperasikan ilmu teknologi modern, baik sektor permesinan maupun administrasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Musirawas Ibnu Hadroni menjelaskan saat ini sekitar 5.941 tenaga kerja lokal yang bekerja di sejumlah perusahaan besar di wilayah itu, sedangkan yang masih menganggur mencapai belasan ribu orang.

Perusahaan yang menampung tenaga kerja lokal itu, antara lain perusahaan perkebunan PT Bina Sains Cemerlang mempekerjakan 1.298 orang, PT GSSL 66 orang, dan PT Dapo Agro Makmur 154 pekerja.

Selain itu, PT Pratama Palm Abadi 40 orang, PT Agro Kati Lama 178 pekerja, PT Djuanda Sawit Lestari 2.476 orang, PT BBA 415 orang, PT Sumatera Prima 120 orang, PT Sumatera Prima 120 orang, dan PT MHV 1.194 orang.

Tenaga asing yang ada di Musirawas saat ini tercatat 15 orang dan bekerja di sejumlah perusahaan.

"Dengan diberlakukan MEA, tenaga kerja asing diperkirakan akan menjamur di Musirawas," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026