Bank Sumsel Babel bina UMKM kain tenun Palembang

id tenun, kain tenun songket

Usaha kain tenun Palembang (Foto Antarasumsel.com/15/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Sumsel Babel membina puluhan unit pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah kain tenun khas Palembang di kawasan Tuan Kentang, Palembang.

Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin di Palembang, Sabtu, mengatakan, pembinaan berupa pelatihan meningkatkan kualitas produk yakni bagaimana agar pengrajin menenun kain yang memiliki nilai jual tinggi.

"Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility/CSR," kata Faisol.

Ia mengemukakan, untuk kegiatan pelatihan bagi 25 pengrajin ini, perusahaan mengucurkan dana sebesar Rp50 juta untuk mengajarkan pengrajin menghasilkan bahan jadi yang berstandar pasar nasional.

"Sebentar lagi Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, daya saing menjadi suatu yang mutlak harus dimiliki UMKM, jika tidak mereka akan tergerus," kata Faisol.

Ketua Komunitas Wirausahawan Muda Kain Tenun Athoillah mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat terutama untuk membangkitkan kalangan muda menggeluti usaha tenun songket, karena saat ini didominasi pekerja yang sudah berusia tua.

"Jika dilihat perkembangan, sejauh ini bisa jadi orang Palembang asli hanya kebagian pemasaran saja, sementara penenunnya dari luar, karena sudah sangat sedikit yang mau belajar," kata dia.

Di tengah persaingan pasar dengan ditandai banyaknya produk asing yang masuk, menurutnya, para pengrajin sangat membutuhkan pendampingan, seperti dari komunitas untuk menjaga harga dan kualitas, serta perbankan untuk tambahan modal.

Bisnis kain khas Palembang sangat menjanjikan karena cendera mata buatan tangan ini masih menjadi buruan di pasar dalam negeri hingga ekspor.

Meski sangat berpotensi tapi untuk menggeluti usaha pembuatan kain songket, tajung, dan blongsong ini bukan perkara mudah, karena pelaku usaha dihadapkan kesulitan mendapatkan tenaga kerja dan modal, kata Athoillah.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar