Pemasangan tiang pancang LRT Palembang mulai dikerjakan

id light rail transit, lrt, kereta api ringan, monorel

Pekerja menghancurkan paku bumi yang akan dijadikan tiang pembangunan proyek kereta api ringan/Light Rail Transit (LRT) di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Sumatera Selatan (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/15/den)

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Pemasangan tiang pancang jalur kereta api ringan (light rail transit/LRT) Palembang sedalam 8 meter mulai dikerjakan sejak sepekan terakhir untuk mengejar target selesai sebelum Asian Games ke-18 tahun 2018.

Sekretaris Daerah Kota Palembang H Ucok Hidayat di Palembang, Selasa, untuk mendukung percepatan realisasi mega proyek bernilai Rp7,2 triliun itu, Pemkot Palembang telah berkoordinasi dengan kontraktor terkait dengan pemindahan pohon dan jaringan distribusi listrik.

"Pohon tinggi yang ada di median jalan menuju bandara sudah dipindahkan ke Jalan Kebun Sayur. Kemudian tiang listrik akan diganti, atau tidak akan pakai tiang lagi," kata dia.

Selain itu, pemkot sedang mengkaji untuk membangun jalan baru dari arah Sungai Lais, sehingga di Jalan Basuki Rahmat tidak terjadi penumpukan kendaraan. 

"Saat ini, pemkot juga sedang mengurus papan iklan yang harus dihilangkan karena pembangunan LRT ini, terkait dengan kompensasinya bagi penyewa," kata dia.

Pekerjaan LRT ini sudah mulai mengangu kenyamanan pengendara karena untuk beberapa titik menjadi penyebab kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, masyarakat harus maklum atas kondisi itu karena ini adalah pengorbanan dari pembangunan.

"Tidak apalah untuk sementara, tapi nanti akan benar-benar nyaman," kata dia.

Lintasan LRT direncanakan sepanjang 24,5 meter yang terdiri atas dua koridor.

Koridor pertama dari Bandara SMB II Palembang, AUTO 2000, Asrama Haji, Lampu Merah Tanjung Api-Api arah Jalan Kolonel H Burlian (dapan Dolog), Damri Sukarami, JM Sukarami, Simpang Talang Buruk, Puntu Kayu, RSUD Provinsi, Pasar KM 5, Kantor BP3MD, Simpang Angkatan 45-Demang, Palembang Square, Kantor Dishub-Bappeda, Pasar Cinde, Simpang IP, dan berakhir di Masjid Agung.

Kemudian pada koridor dua, ada beberapa stasiun, yakni Jembatan Ampera, 7 Ulu, Simpang Gubernur H Bastari, Simpang Pasar Induk Jakabaring, Jakabaring Sport City Stadium, Simpang Tiga OPI, dan berakhir di Depo OPI.

Selain infrastruktur LRT itu, pemerintah juga menempuh upaya lain untuk mengatisipasi kemacetan di Kota Palembang, di antaranya, pembangunan Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindera) dan Jembatan Musi IV telah memasuki tahapan pembebasan lahan.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar