Enam Stasiun Kereta Api OKU segera difungsikan

id ka, enam stasiun di oku

Kepala Stasiun Kereta Api Baturaja, Abdullah (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Enam stasiun baru yang dibangun PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu segera difungsikan.

Kepala Stasiun Kereta Api (KA) Baturaja, Ogan KOmering Ulu (OKU), Abdullah di Baturaja, Rabu, mengatakan stasiun baru yang selesai dibangun tersebut telah diresmikan beberapa waktu lalu meliputi Stasiun Kemelak, Sepancar, Desa Kepayang, Desa Lubuk Batang, Peninjauan serta Stasiun Metur.

Sementara Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan saat peresmian sejumlah stasiun baru yang dipusatkan di Stasiun Kertapati Palembang, 9 Juni mengatakan, peresmian stasiun baru dan jalur ganda di wilayah Divisi Regional III ada sebelas lokasi yakni lima di wilayah Lampung dan selebihnya dalam Provinsi Sumsel.

Untuk di Lampung masing-masing Stasiun Sukamenanti, Gedung Ratu, Candi Mas, Tanjung Rajo dan Way Pisang, sementara Sumsel yakni Sungai Tuha, Lubuk Batang, Kepayang, Sukamerindu, Talang Padang dan Tanjung Terang.

"Beberapa telah siap difungsikan, seperti Stasiun Kepayang, namun di antaranya belum bisa dioperasikan masih dalam pengerjaan," kata Abdullah.

Ia berharap, dengan bertambahnya jumlah Stasiun kereta Api bisa membantu masyarakat yang berada di daerah pelosok mempermudah akses menuju stasiun untuk menggunakan angkutan tersebut.

"Tentunya mempermudah masyarakat membeli tiket kereta dan tidak perlu harus datang ke Stasiun Baturaja lagi," katanya.

Sementara, mengenai antrean penumpang membeli tiket kereta di Stasiun Baturaja, hingga saat ini belum terjadi lonjakan.

Sejumlah calon penumpang banyak yang membeli tiket memanfaatkan jasa melalui situs online dan di Indomaret serta Alfamart.

Ia mengimbau para penumpang pengguna jasa angkutan kereta api agar mematuhi peraturan selama dalam perjalanan, seperti tidak membawa senjata tajam, segala bentuk jenis hewan dan makanan berbau yang mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Ia juga menegaskan, bagi seluruh petugas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III agar tidak menjadi calo bayangan menerima bayaran ongkos penumpang di atas kereta.

"Jika kedapatan petugas yang menerima ongkos tanpa tiket akan diberikan sanksi tegas hingga pemecatan dari jabatan," katanya.

Tindakan tegas tersebut jelas akan dilakukan, karena pihak PT KAI telah memberlakukan menjual tiket sesuai dengan jumlah tempat duduk di kereta, sehingga tidak akan ada lagi penumpang yang tidak kebagian tempat duduk atau berdiri selama dalam perjalanan.

Hal tersebut dilakukan supaya para penumpang selama dalam perjalanan merasa aman dan nyaman, termasuk para pedagang asongan tidak diperbolehkan berjualan di atas kereta, katanya.

Terkait adanya laporan masyarakat kurang puas dengan pelayanan PT KAI, pihaknya telah melaporkan ke Stasiun wilayah Tanjung Karang (Lampung) mengenai alat pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi dengan baik hingga mengganggu kenyamanan penumpang di dalam kereta.

"Terkait AC kereta kelas ekonomi tujuan Kertapati-Tanjung Karang yang rusak sudah kami laporkan dan segera diperbaiki guna kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan," katanya.

Dikemukakannya, setiap keluhan pelanggan yang masuk akan dilaporkan ke regional masing-masing, seperti kerusakan AC kereta kelas ekonomi Kertapati-Tanjung Karang akan ditindak lanjuti oleh regional wilayah Tanjung Karang.

"Begitupun sebaliknya jika ada kerusakan kereta tujuan Tanjung Karang-Kertapati yang bertanggung jawab merupakan wilayah Stasiun Kertapati (Sumsel)," ungkapnya.

Namun, kata dia, sebelum wilayah yang bertanggung jawab memperbaiki, petugas di dalam kereta selama di perjalanan wajib mengontrol dan bertindak jika ada kerusakan fasilitas termasuk AC.

"Sebelum dilaporkan akan diatasi dulu oleh petugas di dalam kereta selama dalam perjalanan," tegasnya.

Sementara itu mengenai lonjakan penumpang arus mudik lebaran, belum terjadi di Stasiun Baturaja dan persediaan tiket masih mencukupi hingga dua hari menjelang dan dua hari setelah Idul Fitri 2014, katanya.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar