25 negara ikuti pekan foto Indonesia

id pekan foto, menparekraf, pameran foto, potensi wisata, promosikan wisata

25 negara ikuti pekan foto Indonesia

Ilustrasi - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, (Foto Antarasumsel.com/Aw)

...Peserta yang diundang adalah fotografer yang masih aktif memotret dan aktif dalam media sosial sehingga dapat menyebarluaskan kekayaan ragam budaya dan wisata Indonesia...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 25 negara mengikuti pekan foto Indonesia bertajuk International Photo Week Indonesia pada 6-17 Juni 2014 di empat kota di Tanah Air yaitu Jakarta, Buton, Labuan Bajo, dan Lombok.
     
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam sambutan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu malam, menyebutkan, kegiatan itu diikuti oleh 40 peserta perwakilan dari 25 negara, yaitu Australia, Bahrain, Belgia, Canada, Tiongkok, Prancis, Finlandia, Inggris, Irlandia, Italia, Maroko, Mesir, Myanmar, Norwegia, Oman, Sri Lanka, Serbia, Spanyol, Tunisia, Uni Emirat Arab, Russia, Swedia, Thailand, Turki, dan AS.
         
"Peserta yang diundang adalah fotografer yang masih aktif memotret dan aktif dalam media sosial sehingga dapat menyebarluaskan kekayaan ragam budaya dan wisata Indonesia," katanya.
         
International Photo Week Indonesia 2014 merupakan kegiatan yang terdiri dari hunting foto, seminar, dan diskusi fotografi.
         
Sebagian besar pesertanya merupakan fotografer international yang banyak di antaranya adalah "award winning photographers".
         
Hadir sebagai pembicara pada seminar fotografi adalah Jacob Reznicki (AS) Master kehormatan dari Asosiasi Fotografer Profesional Amerika yang juga ahli dalam sisi hukum hak cipta suatu foto dan Reha Bilir (Turki) yang hasil karya foto seninya sangat artistik dan mendalami fotografi upacara darwis (dervish ceremony) yang sarat dengan filsafat batin.
         
"Kedua pembicara tersebut diharapkan dapat memberikan informasi serta pengetahuan tentang dunia fotografi secara luas kepada fotografer Indonesia," katanya.
    
Ia mengatakan di setiap daerah yang menjadi tempat pelaksanaan International Photo Week Indonesia 2014 juga akan diadakan pertemuan peserta dengan fotografer lokal sehingga akan terjadi interaksi dan saling menambah kemampuan dan wawasan fotografi masing-masing.
         
Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan akan mampu membuka dan memperluas jaringan kerja dan komunikasi antara fotografer Indonesia dengan fotografer internasional.
         
Mari menambahkan Indonesia adalah negara yang kaya pemandangan alam dan budaya yang berbeda di setiap daerah yang menjadi keunggulan pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara lainnya.
         
"Fotografer sebagai agen pariwisata memiliki peran strategis untuk mendukung dan memelopori promosi dan perubahan-perubahan tersebut," katanya.
         
Menurut dia foto karya fotografer merupakan suatu cara mudah masuk ke media sosial untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
         
"Kegiatan International Photo Week Indonesia 2014 merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada fotografer internasional khususnya dan masyarakat mancanegara pada umumnya," katanya.
         
Buton, Labuan Bajo, dan Lombok dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena lokasi tersebut memiliki banyak spot-spot objek fotografi yang menarik, antara lain keanekaragaman seni budaya, keindahan alam, dan keunikan flora dan fauna untuk diabadikan melalui kamera.
         
Buton, kata Menteri, merupakan daerah yang sedang menggeliat mengembangkan pariwisatanya.
         
Sementara Labuan Bajo, sebuah pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat pulau Flores dan merupakan pintu masuk ke Taman Nasional Komodo (7 wonders of the world).
         
Sedangkan Lombok dengan pantai yang indah dan atraksi wisatanya yang sedang bangkit mengejar Bali.
         
"Kami yakin International Photo Week Indonesia 2014 mampu memberikan dampak positif mempromosikan potensi pariwisata Indonesia ke dunia internasional," katanya.

Pewarta :
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar