
Musirawas kembangkan kedelai unggul hasil penelitian Batan

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan mengembangkan tanaman kedelai kualitas unggul hasil penelitian dan rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional.
"Pada musim tanam 2013, kedelai hasil rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sudah diuji coba pada lahan seluas 200 hektare dan pada 2014 ditingkatkan menjadi 250 hektare di Kecamatan Tugumulyo," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Musirawas Herianto di Musirawas, Jumat.
Ia mengatakan produksi kedelai itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan tahu dan tempe yang selama ini mengandalkan kedelai impor dengan harga cukup tinggi.
Perluasan areal tanaman kedelai unggul itu merupakan tindak lanjut dari keberhasilan "demonstration farming (Demfarm)" hasil penetilian, pengembangan dan rekayasa Batan yang hasilnya cukup baik.
Keberhasilan itu menjadikan Kecamatan Tugumulyo sebagai sentra produksi kedelai di Kabupaten Musirawas. Lahan yang sudah tersedia di kecamatan itu seluas 250 hektare yang tersebar di sebelas desa.
Pengembangan kedelai Varietas Raja Basa itu mulai dilakukan sejak musim tanam September-Desember 2013, sedangkan produksinya bisa memenuhi kebutuhan industri tahu tempe di Kabupaten Musirawas dan daerah tetangga.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Musirawas, Tohirin menjelaskan produksi kedelai unggul varietas Raja Basa itu rata-rata 2,2 ton per hektare, naik dari sebelumnya rata-rata 1,7 ton per hektare.
Sementara harga jual pada tingkat petani saat ini mencapai Rp20.000 per kilogram. Dengan adanya produksi kedelai lokal itu para pengrajin tahu tempe tidak tergantung kepada kedelai impor lagi.
Menurut dia, kendala pengembangan tanaman kedelai selama ini adalah belum adanya pembeli khusus dengan harga menguntungkan petani, sehingga minat petani menanam kedelai rendah.
Namun setelah ada pangsa pasar yang jelas maka petani akan berlomba menanam kedelai bermutu unggul tersebut. "Petani akan menanam kedelai setelah panen padi di sawah, sebelumnya usai panen padi sawah ditanami sayur-mayur," kata Tohirin.
Pewarta: Oleh Zulkifli Lubis
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
