Empat pelukis siapkan pameran "Untoldology" di Borobudur

id pelukis, lukisan

Ilustrasi. (Foto antarasumsel.com/Nila)

Magelang (Antara Sumsel) - Empat pelukis Yogyakarta menyiapkan pameran bertajuk "UNTOLDology" di Limanjawi Art House, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 3-20 Maret 2013, dengan objek utama tentang kehidupan sosial dan budaya  sekitar bangunan peninggalan peradaban dunia itu.

"Borobudur dengan kehidupan masyarakat sekitar dan budaya lokalnya, tentu saja tak pernah kering untuk dijadikan inspirasi banyak seniman untuk berkarya," kata satu di antara empat pelukis itu, Yaksa Agus, ketika dihubungi dari Magelang, Kamis.

Empat pelukis yang akan berpameran di galeri yang dikelola oleh Koordinator Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Umar Chusaeni itu, adalah Enggar Yuwono, Godek Mintaraga, Maman Rahman, dan Yaksa Agus.

Yaksa yang lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 1996 itu menjelaskan tentang pameran dengan tema "UNTOLDology" tersebut.

"Kami mencoba bercerita tentang apa yang belum terungkap selama ini tentang Candi Borobudur. Kami ceritakan melalui karya-karya yang akan kami pamerkan," katanya.

Ia mengemukakan cukup banyak cerita yang menarik di balik sejarah Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 masa pemerintahan Dinasti Syailendra, di antara aliran Sungai Progo dengan Elo, Kabupaten Magelang itu.

Beberapa karya para pelukis itu, antara lain berjudul "Lingga Yoni", "Cobek", "Munthu" (Yaksa), "Budha@fb3", "Plasticnet" (Enggar), "Menuju Tempat Terindah", "Dua Simbol Besar" (Godek Mintaraga), "Apresiasi Budaya", "Generasi Pewaris", "Keseimbangan Sosial", "Regenerasi Budaya" (Maman Rahman).

Umar mengatakan pihaknya mengagendakan sekitar lima kali pameran selama 2013, sedangkan pameran "UNTOLDology" oleh empat pelukis itu, sebagai program kedua setelah yang pertama pada Januari lalu.

"Untuk 'UNTOLDology' sebagai pameran kedua di Limanjawi," katanya.

Galeri Limanjawi Art House di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sekitar 500 meter timur Candi Borobudur.
(M029)

Editor: Awi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar