Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pembangunan empat jalan layang atau flyover di jalur aktif kereta api wilayah Kabupaten Muara Enim guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang sekaligus mendukung kelancaran arus logistik.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan percepatan pembangunan flyover tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
“Permintaan angkutan batubara terus meningkat, namun harus diimbangi dengan penataan arus logistik agar mobilitas masyarakat tetap nyaman dan aman,” katanya.
Menurut dia, pembangunan flyover menjadi solusi untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan, sekaligus menjamin kelancaran transportasi publik dan logistik.
Dalam upaya percepatan proyek, ia mengatakan pemerintah provinsi juga mendorong pembentukan konsorsium yang melibatkan PT KAI, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Semen Baturaja, Asosiasi Pengusaha Batubara, Pemerintah Provinsi Sumsel, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan pembangunan empat flyover tersebut dapat tuntas dan beroperasi penuh pada 2027, sehingga memberikan dampak luas bagi keselamatan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
“Dengan pemisahan jalur kendaraan umum dan kereta logistik, standar keselamatan transportasi di Sumatera Selatan akan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menjelaskan empat flyover yang akan dibangun berada di titik padat perlintasan, yakni Simpang Belimbing, Gunung Megang 1, Gunung Megang 2, dan Ujan Mas yang berada di jalur angkutan batubara Babaranjang.
"Kolaborasi lintas instansi tersebut dapat mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang," ujar dia.