Medan (ANTARA) - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,6 yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), pada Senin terjadi karena dampak dari adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Angkola.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Hendro Nugroho di Medan, Senin, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi pada pukul 07:50:55 WIB tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M2,6.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,09 derajat Lintang Utara (LU) dan 100,01 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 56 km timur laut Mandailing Natal pada kedalaman dua kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Angkola," katanya.


Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi itu dirasakan di daerah Kotanopan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan.

Kepada masyarakat, lanjut dia, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, kata dia, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

 

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa dangkal guncang Mandailing Natal Sumut Senin pagi

Pewarta : Juraidi
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026