Palembang (ANTARA) - Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo mencatat sebanyak 7.367 pendaki manjajaki Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025.
"Sepanjang tahun 2025 kami mencatat sebanyak 7.367 pendaki menjajaki puncak Gunung Dempo," kata Sekretaris Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo Desta Ndruru dikonfirmasi dari Palembang, Senin.
Ia menambahkan pihaknya terus mengimbau kepada para wisatawan pendaki Gunung Dempo agar tetap menjaga kesehatan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak masuk ke kawah dan tidak mengganggu CCTV di kawasan Gunung Merapi Dempo, serta menjaga kearifan lokal.
Selain itu pihaknya juga memastikan seluruh kelengkapan pendaki dan bekal konsumsi yang dibawa selama pendakian supaya selama pendaki berada di Dempo.
"Tetap survive dan sehat, kami terus memberikan pengarah kepada pendaki untuk tidak turun ke kawah, dan tidak mengganggu CCTV di kawah," ujarnya.
Ia menambahkan angka tersebut merupakan angka yang tidak sedikit, menunjukkan bahwa Gunung Dempo mempunyai potensi besar untuk menopang sebagai destinasi wisata terbaik yang ada di Sumatera Selatan.
Sementara pihak Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan UPTD KPH X Dempo-Pagaralam menginformasikan pihaknya sempat menutup jalur pendakian di Gunung Dempo itu mulai dari tanggal 26 April 2025.
Hal itu dikarenakan terdapat laporan banyaknya pohon tumbang dan kondisi cuaca yang sedang tidak bagus di sekitar jalur pendakian Gunung Dempo.
Adapun syarat bagi para pendaki untuk menaiki Dempo saat ini hanya perlu melapor ke Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo. Namun, saat ini para pendaki harus melapor terlebih dahulu ke Kantor KPH X Dempo-Pagaralam.
Kemudian, pihaknya akan mendata dan mengecek kesehatan dari para pendaki dan memberikan formulir syarat untuk melakukan pendakian di Gunung Dempo.