Muaradua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan mengejar target seluruh desa di wilayah setempat menerapkan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan Mardiana di Muaradua, Selasa, menjelaskan SBS merupakan gerakan untuk menciptakan kawasan yang bersih dan sehat dengan cara membuat jamban keluarga sehingga tercipta lingkungan yang benar-benar bebas dari penyakit.
Dalam gerakan ini masyarakat diedukasi agar stop membuang air besar di sembarang tempat, terutama di sungai untuk menjaga lingkungan sekitar supaya tetap bersih sehingga dapat terhindar dari penyebaran penyakit menular.
"Di OKU Selatan sendiri belum 100 persen desa menerapkan gerakan SBS," katanya.
Sejauh ini, kata dia, berdasarkan data hingga Agustus 2024, dari 259 desa yang ada di Kabupaten OKU Selatan, baru sekitar 83 persen di antaranya sudah menerapkan gerakan SBS.
Pemerintah daerah terus berupaya mengejar sisa target dengan menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di wilayah setempat untuk turut mengkampanyekan gerakan SBS.
Pihaknya juga melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di desa-desa yang belum SBS.
Termasuk penyediaan air bersih dan pembangunan mandi, cucu dan kakus (MCK) dalam upaya mengejar target 100 persen desa SBS tahun ini.
"Melalui upaya-upaya ini diharapkan dapat mencapai target 100 persen seluruh desa di OKU Selatan menerapkan SBS tahun ini," ujarnya.