Palembang (ANTARA) - Sebanyak 3.100 di antara 7.012 calon haji berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada musim haji tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra di Palembang, Jumat, mengatakan 7.012 calon haji bersiap menjalankan ibadah haji pada 1446 Hijriah.

Dari total jumlah tersebut, sekitar 3.100 orang atau 45 persen termasuk dalam kategori risiko tinggi, meliputi lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.

“Jumlah ini sudah melalui evaluasi yang dilakukan Kementerian Agama wilayah Sumsel. Dibandingkan tahun lalu, angkanya menunjukkan penurunan,” katanya.


Dia menjelaskan dalam menghadapi kebutuhan khusus jamaah calon haji dengan risiko tinggi maka prioritas pelayanan menjadi hal penting yang mencakup asupan makanan bergizi seimbang.

Hal ini, katanya, bertujuan menjaga kondisi tubuh dan imunitas calon haji selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

“Embarkasi Palembang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik tahun ini, terutama bagi jamaah risti (risiko tinggi), agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan lancar,” katanya.

Dengan pelayanan yang optimal, ia berharap, jamaah, termasuk kategori risiko tinggi, dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan lancar.

“Harapan kami seluruh jamaah dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan dan menjalankan ibadah dengan sehat dan aman,” kata Edward.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Syafitri Irwan mengatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji telah dilakukan secara optimal.

Meski demikian, ujarnya, masih terdapat satu persen dari total calon haji yang belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahap kedua.

“Kami masih menunggu pelunasan hingga batas waktu terakhir pada 25 April 2025. Setelah itu, kami akan memastikan seluruh jamaah siap berangkat sesuai jadwal,” kata dia.


Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026