Dinkes sebut hasil swab cacar monyet di Palembang negatif
Rabu, 4 September 2024 20:37 WIB
Ilustrasi - Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet (Mpox) kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) menyebutkan hasil swab cacar monyet terhadap pasien berinisial J yang merupakan warga Kota Palembang, negatif.
Kepala Dinkes Sumsel Trismarwan di Palembang, Rabu, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan kepada pasien berinisial J disebut negatif dari virus Monkeypox
"Bukan cacar monyet, hanya cacar biasa. Hasil swab menunjukkan hasil negatif," katanya.
Ia menjelaskan pasien memeriksakan diri di Puskesmas 4 Ulu Palembang. Dari laporan itu, pasien langsung diperiksa dan diambil sampel untuk memastikan sebaran virus yang terjadi.
"Jika ada penemuan kasus suspek, probable atau konfirmasi dari fasyankes dengan melakukan investigasi dalam 1x24 jam termasuk pelacakan kontak erat," katanya.
Dinkes Sumsel telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/7674/Kes/VII/2024 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox di wilayah Sumsel pada 28 Agustus 2024. Meski belum ada yang terpapar, antisipasi awal perlu dilakukan untuk memastikan virus tersebut bisa diantisipasi.
Dalam SE tersebut, Dinkes Sumsel meminta kepada dinkes di seluruh kabupaten dan kota tetap waspada menghadapi virus Mpox. Pihaknya pun meminta pengawasan terhadap pintu masuk antar wilayah untuk diperiksa di wilayah masing-masing.
"Kemudian memantau, melaporkan dan memastikan kasus sesuai dengan definisi operasional pedoman kepada Dirjen P2P melalui laporan Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR dan PHEOC di nomor 0877-7759-1097. Data wajib di entri ke dalam aplikasi All Record TC-19 pada menu pencatatan mpox," kata Trismarwan.*
Kepala Dinkes Sumsel Trismarwan di Palembang, Rabu, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dilakukan kepada pasien berinisial J disebut negatif dari virus Monkeypox
"Bukan cacar monyet, hanya cacar biasa. Hasil swab menunjukkan hasil negatif," katanya.
Ia menjelaskan pasien memeriksakan diri di Puskesmas 4 Ulu Palembang. Dari laporan itu, pasien langsung diperiksa dan diambil sampel untuk memastikan sebaran virus yang terjadi.
"Jika ada penemuan kasus suspek, probable atau konfirmasi dari fasyankes dengan melakukan investigasi dalam 1x24 jam termasuk pelacakan kontak erat," katanya.
Dinkes Sumsel telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/7674/Kes/VII/2024 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox di wilayah Sumsel pada 28 Agustus 2024. Meski belum ada yang terpapar, antisipasi awal perlu dilakukan untuk memastikan virus tersebut bisa diantisipasi.
Dalam SE tersebut, Dinkes Sumsel meminta kepada dinkes di seluruh kabupaten dan kota tetap waspada menghadapi virus Mpox. Pihaknya pun meminta pengawasan terhadap pintu masuk antar wilayah untuk diperiksa di wilayah masing-masing.
"Kemudian memantau, melaporkan dan memastikan kasus sesuai dengan definisi operasional pedoman kepada Dirjen P2P melalui laporan Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR dan PHEOC di nomor 0877-7759-1097. Data wajib di entri ke dalam aplikasi All Record TC-19 pada menu pencatatan mpox," kata Trismarwan.*
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumsel bongkar industri miras oplosan di Banyuasin, 20 ribu botol disita
16 April 2026 20:04 WIB
Gubernur Sumsel minta pemkab/pemkot bersiap dengan aturan belanja pegawai di 2027
16 April 2026 16:34 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Menkomdigi tunggu respons TikTok, Roblox, dan Google terkait PP Tunas hingga Selasa
13 April 2026 19:50 WIB
Pemkot Palembang perkuat predikat Kota Layak Anak 2026 melalui penyesuaian standar nasional
10 April 2026 7:08 WIB
Kuota beasiswa BI 2026 di Unhas, UIN, dan UNM meningkat, cek jadwal seleksinya
03 April 2026 12:16 WIB