Palembang, Sumsel (ANTARA) - Para pelaku usaha dan pengepul kulit hewan mareka dan mendapat stok banyak pada musim Idul Adha 1445 Hijriyah.

Bagian kulit hewan kurban biasanya tidak dibagikan saat pendistribusian daging hewan kurban karena cara memasaknya  yang rumit dan tidak semua bisa mengolahnya.

Jalan keluarnya, sebagian besar panitia pemotongan hewan kurban beserta para pekurban sepakat kulit hewan kurban itu dijual dan hasil penjualannya digunakan untuk mendukung pelaksanaan hewan kurban seperti beli kantong plastik, konsumsi petugas pemotong hewan kurban serta kegiatan lainnya terkait pemotongan kurban.

Berdasarkan pantauan,  kulit hewan kurban seperti sapi ditampung oleh pengepul kulit seharga Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kulit kambing Rp25.000 per lembar dan kulit domba Rp30.000 hingga Rp35.000 per lembarnya.

Kulit-kulit hewan kurban itu biasanya diolah menjadi bahan sandang seperti kulit sepatu dan juga bahan makanan yakni kikil atau kerupuk kulit (jange).

Cara pengolahan kulit untuk barang sandang dan makanan dilakukan berbeda. Meski tahap awalnya sama yakni dibersihkan dengan air mengalir, direncdam dengan air panas semenit untuk mencabut bulunya kemudian dikeringkan.

Pewarta : Pewarta Sumsel
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024