Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan melakukan berbagai upaya dan strategi untuk meningkatkan  kinerja  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di daerah tersebut.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) Hengky Putrawan di Palembang, Jumat, mengatakan saat ini Pemprov Sumsel memiliki 11 BUMD yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perbankan, jaminan, energi, pangan, dan lainnya.Namun ada lima BUMD yang belum optimal terhadap penghasilannya.

”Lima BUMD itu sebenarnya tidak merugi hanya saja belum optimal, sehingga membutuhkan pembinaan dan pendampingan agar bisa berkembang lagi,” katanya.

Pada tahun 2023, ia mengatakan tidak ada BUMD yang akan mendapatkan penyertaan modal, sebab pihaknya akan lebih berfokus pada perbaikan kinerja dan pembinaan terhadap BUMD, agar mereka tetap bertahan pada waktu akan mendatang.

“Kami tidak langsung tutup BUMD yang tidak menghasilkan karena memang tidak semudah itu, banyak hal yang perlu menjadi pertimbangan termasuk break event point (BEP) yang diharapkan saat perusahaan itu berdiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng berbagai akademisi untuk melakukan kajian dan mendapat masukan untuk kebaikan BUMD tersebut.

“Kami akan meminta masukan dari akademisi pada bagian mana saja yang harus dilakukan agar terjadi perbaikan kinerja terhadap BUMD, dengan begitu diharapkan BUMD ini akan berkembang sehingga memberikan pemasukan bagi Sumsel " ujarnya.

Selain itu, BUMD itu menunjang dan mengembangkan perekonomian daerah, menambah Pendapatan Asli Daerah dan memperluas lapangan kerja, kata Hengky


Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024