Dinas PUPR OKU dapat 'raport' merah
Jumat, 24 Juni 2022 16:44 WIB
Massa Aliansi Masyarakat Peduli OKU melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas PUPR OKU, Jumat. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendapat 'raport' merah karena dinilai pembangunan infrastruktur yang dikerjakan kualitasnya buruk.
Raport merah tersebut diberikan oleh ratusan masa aksi demo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU kepada Kepala Dinas PUPR setempat, Candra Dewana di Baturaja, Jumat.
Josi robert selaku koordinator aksi mengungkapkan, kedatangan massa ke Kantor Dinas PUPR OKU untuk meminta Chandra Dewana mundur dari jabatannya karena dinilai gagal membangun kabupaten setempat.
Massa menilai pembangunan di OKU terkesan asal jadi sehingga kualitas bangunan yang dikerjakan sangat buruk.
Bahkan, banyak pembangunan infrastruktur seperti bangunan jalan dan bronjong yang menghabiskan miliaran rupiah uang negera hanya bertahan 1-2 bulan.
"Dinas PUPR hanya menghabiskan uang APBD Pemkab OKU saja, karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, seperti jalan baru selesai satu bulan namun sudah rusak," ujarnya.
Untuk itu, massa pendemo meminta agar Candra Dewana mundur dari jabatan Kepala Dinas PUPR OKU karena dianggap gagal dalam kinerja meningkatkan pembangunan di daerah itu.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR OKU, Candra Dewana melalui Sekretarisnya, Edy Surya mengaku, mengapresiasi atas aksi yang dilakukan oleh Alinasi Masyarakat Peduli OKU tersebut.
Menurutnya, tuntutan yang disampaikan oleh pendemo itu menjadi motivasi bagi Dinas PUPR agar kedepan berkerja lebih baik lagi.
"Terkait jalan rusak disebabkan karena faktor alam seperti cuaca hujan yang bisa mempengaruhi rusaknya bangunan," tegasnya.
Raport merah tersebut diberikan oleh ratusan masa aksi demo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU kepada Kepala Dinas PUPR setempat, Candra Dewana di Baturaja, Jumat.
Josi robert selaku koordinator aksi mengungkapkan, kedatangan massa ke Kantor Dinas PUPR OKU untuk meminta Chandra Dewana mundur dari jabatannya karena dinilai gagal membangun kabupaten setempat.
Massa menilai pembangunan di OKU terkesan asal jadi sehingga kualitas bangunan yang dikerjakan sangat buruk.
Bahkan, banyak pembangunan infrastruktur seperti bangunan jalan dan bronjong yang menghabiskan miliaran rupiah uang negera hanya bertahan 1-2 bulan.
"Dinas PUPR hanya menghabiskan uang APBD Pemkab OKU saja, karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, seperti jalan baru selesai satu bulan namun sudah rusak," ujarnya.
Untuk itu, massa pendemo meminta agar Candra Dewana mundur dari jabatan Kepala Dinas PUPR OKU karena dianggap gagal dalam kinerja meningkatkan pembangunan di daerah itu.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR OKU, Candra Dewana melalui Sekretarisnya, Edy Surya mengaku, mengapresiasi atas aksi yang dilakukan oleh Alinasi Masyarakat Peduli OKU tersebut.
Menurutnya, tuntutan yang disampaikan oleh pendemo itu menjadi motivasi bagi Dinas PUPR agar kedepan berkerja lebih baik lagi.
"Terkait jalan rusak disebabkan karena faktor alam seperti cuaca hujan yang bisa mempengaruhi rusaknya bangunan," tegasnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapanas: Harga bawang merah Rp38.651 per kg, cabai merah keriting Rp33.635 per kg
29 January 2026 9:16 WIB
Harga bawang merah Rp38.759 per kg, harga cabai rawit merah Rp50.115 per kg
28 January 2026 10:58 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB