Pesisir Barat (ANTARA) - Ikan blue marlin atau yang lebih dikenal ikan tuhu/tuhuk oleh warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, memiliki bermacam-macam olahan makanan untuk disantap oleh para pelancong yang datang ke daerah itu.

Para wisatawan domestik maupun mancanegara bisa menikmati ragam kuliner berbahan dasar ikan tuhuk mulai dari, ikan tuhuk panggang, gulai ikan tuhuk, sop ikan tuhuk, ikan tuhuk krispi, abon ikan tuhuk, siomay ikan tuhuk, bakso ikan tuhuk hingga sate ikan tuhuk.

Olahan makanan ikan tuhuk dapat dengan mudah ditemui para wisatawan, sebab di sepanjang jalan utama hingga jalan pedesaan di daerah yang memiliki motto Helauni Kikbakhong yang berarti bagusnya jika bersama-sama itu, banyak rumah makan yang menawarkan ragam kuliner tersebut.

Melimpahnya hasil laut di Pesisir barat membuat masyarakat pada umumnya menjadikan ikan sebagai hidangan wajib yang harus berada di meja makan. Bahkan ada suatu paradigma bila lauknya tidak terdapat ikan dirasa kurang lengkap.

"Masyarakat di sini beranggapan kalau tidak ada ikan di atas meja saat makan tak lengkap lauknya," ujar Ketua Harian Dewan Kesenian Kabupaten Pesisir Barat, Eli Darmawati.

Bahkan, ketika sedang dalam acara pesta adat maupun pernikahan hidangan yang disediakan pun hampir semuanya berbahan dasar dari ikan termasuk ikan tuhuk yang menjadi kegemaran masyarakat di kabupaten ini.

Tentunya bagi para wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang ke Pesisir Barat, hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk mencicipi berbagai kuliner yang terbuat dari ikan blue marlin selain menikmati keindahan pantai di daerah itu.

Seperti halnya bakso ikan tuhuk disalah satu kedai di Pesisir Barat yang mampu menghabiskan, 20 hingga 30 kilogram per hari dibandingkan dengan bakso daging sapi yang sama-sama di jual di situ.

Bakso ikan tuhuk memiliki tekstur yang lembut, namun tidak mudah buyar ketika dipotong oleh sendok, serta saat dimakan rasa ikannya pun terasa di mulut. 

Kemudian makanan yang tak boleh dilewatkan yakni sup ikan tuhuk, nampak seperti sup biasanya, kuliner ini memiliki rasa yang segar. Campuran rempah dan buah nanas di dalam kuahnya membuat rasa segar ketika dinikmati.


  Sup ikan blue marlin atau yang dikenal ikan tuhu/tuhuk oleh masyarakat Pesisir Barat, Lampung. Pesisir Barat, Senin, (13/6/2022). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Ikan asap

Adapula ikan tuhuk panggang, yang tak kalah nikmat, daging ikan tuhu yang lembut ditambah sambal terasi pedas akan menggugah selera makan wisatawan. Kemudian ikan tuhuk krispi, daging ikan yang diris tipis memanjang dicampur dengan tepung terigu serta rempah-rempah menjadikan ikan ini renyah saat dimakan.

Kesukaan mengkonsumsi ikan masyarakat setempat ditambah dengan melimpahnya hasil laut di daerah itu, membuat banyak orang berinovasi untuk menciptakan ragam kuliner berbahan dasar ikan khususnya ikan tuhuk.

Ajang Kejuaraan Selancar Internasional Krui Pro 2022 di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat yang dilaksanakan dari tanggal 11-17 Juni, bukan hanya sekedar menampilkan potensi wisata saja, namun sekaligus mengenalkan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan juga kuliner khas ikan tuhuk di daerah itu kepada wisatawan yang datang.

"Wisatawan luar negeri kalau makanan biasanya mereka mencari atau lebih suka ikan khususnya ikan tuhuk," ujar Dicky, pemilik rumah penginapan di sekitar pantai Tanjung Setia

Bahkan, bagi wisatawan lokal bila mereka tidak mencicipi makanan berbahan dasar ikan tuhuk saat berwisata ke Pesisir Barat belumlah lengkap rasanya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pelancong dari Bandarlampung Hadi.

Ia pun mengatakan sudah mencicipi berbagai makanan yang dibuat dari ikan tuhuk, seperti bakso ikan tuhuk, sop ikan tuhuk, ikan tuhuk panggang dan krispi yang dirasa sangat enak dan cocok di lidah.

Kelezatan dan kepopuleran ragam kuliner ikan tuhuk di Pesisir Barat tak bisa lepas dari masyarakatnya yang gigih dan kreatif. Seperti halnya penjual ikan tuhuk Asap yang berada di Pasar Tradisional Way Batu Ina.



Jadi ikon

Wanita paruh baya yang lekat disapa Andung tersebut telah berjualan ikan tuhuk asap sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini. Ikan tuhuk asap dibuat dengan dibakar secara tradisional menggunakan capit bambu setelah dibersihkan dan diberi bumbu kunyit dan garam secukupnya.

"Dulu banyak, ada delapan orang yang jualan ikan tuhuk asap seperti saya di pasar ini, tapi sekarang memang tinggal sendirian yang berjualan di sini. Tapi di tempat lain ada juga beberapa orang yang jualan ikan asap," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ikan tuhuk asap bisa dinikmati langsung karena memang sudah dalam kondisi matang saat dijajaki, namun juga masyarakat bisa mengolahnya kembali menjadi gulai taboh ikan tuhuk, ataupun digoreng dengan sambal dan lainnya.

"Kalau lagi bernasib baik dagangan bisa habis dalam setengah hari. Buatnya tidak banyak hanya 10-20 kilogram satu hari dengan menjualnya harga Rp10.000 untuk ukuran kecil dan ukuran besar berkisar Rp15.000," kata dia.

Ikan tuhuk ini pun sudah menjadi ikon yang tak terpisahkan dari salah satu kabupaten termuda di Provinsi Lampung ini. Hal tersebut tercermin dari adanya Tugu Ikan Tuhuk yang berdiri di tengah jalan ibu kota kabupaten tersebut.

Dengan banyaknya potensi wisata serta ragam kuliner dengan bahan dasar ikan tuhuk di Kabupaten Pesisir barat. Pemerintah daerah terkait harus terus melakukan pembinaan terhadap masyarakatnya sehingga sektor pariwisata yang terdapat di sana bisa memberikan pengaruh ekonomi yang luas.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024