Bom peninggalan Perang Dunia II ditemukan di Tarakan Kaltara
Senin, 23 Mei 2022 20:31 WIB
Detasemen Gegana Satbrimobda Polda Kaltara, mengamankan bom peninggalan perang dunia kedua berukuran panjang sekitar satu meter dengan diameter 80 centimeter ditemukan warga RT 11, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (23/5). ANTARA/Susylo Asmalyah
Tarakan (ANTARA) - Bom peninggalan Perang Dunia II berukuran panjang sekitar satu meter dengan diameter 80 sentimeter ditemukan warga RT 11, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan, Kalimantan Utara.
"Mortir beratnya sekitar 500-an kg dengan panjang lebih satu meter dan radius ledaknya bisa sampai lima kilometer," kata Pejabat Sementara Panit Jibom Detasemen Gegana Satbrimobda Polda Kalimantan Utara, Brigadir Polisi Kepala Budiono, di Tarakan, Senin.
Ia bilang, bom militer itu tidak ada kadaluarsa, tetap masih aktif.
Ia katakan, masih ada tinggalan bom dan bahan peledak dari masa Perang Dunia II di Tarakan dan kebanyakan di daerah pantai dan bandara. "Bom ukuran besar ini sudah tiga kali ditemukan di Tarakan dan bila masyarakat menemukan untuk segera melapor, jangan diutak-atik," kata Budiono.
Sementara itu, pemilik lahan lokasi bom ditemukan, Jantor, mengatakan, penemuan berawal saat para pekerja melakukan penggalian tanah menggunakan alat berat pada Minggu (22/5). "Saat anggota menggali tanah tiba-tiba longsor lalu melorotlah, kemudian operator memanggil saya lihat itu apa, bom atau apa," katanya.
Setelah benda itu dibersihkan dan diperhatikan secara seksama, ternyata satu bom yang sebelumnya melorot atau turun dari tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter. Jika dilihat dari kondisinya sebagian dari bom tertanam di tanah dan sebagian di atas permukaan.
Lantaran di lokasi banyak pekerja dan terkadang ada anak-anak bermain maka polisi memindahkan bom ke lokasi yang lebih aman. "Kami amankan sementara ke lokasi sini, menggunakan loader dan kami angkat hati-hati sekali," kata Jantor.
"Mortir beratnya sekitar 500-an kg dengan panjang lebih satu meter dan radius ledaknya bisa sampai lima kilometer," kata Pejabat Sementara Panit Jibom Detasemen Gegana Satbrimobda Polda Kalimantan Utara, Brigadir Polisi Kepala Budiono, di Tarakan, Senin.
Ia bilang, bom militer itu tidak ada kadaluarsa, tetap masih aktif.
Ia katakan, masih ada tinggalan bom dan bahan peledak dari masa Perang Dunia II di Tarakan dan kebanyakan di daerah pantai dan bandara. "Bom ukuran besar ini sudah tiga kali ditemukan di Tarakan dan bila masyarakat menemukan untuk segera melapor, jangan diutak-atik," kata Budiono.
Sementara itu, pemilik lahan lokasi bom ditemukan, Jantor, mengatakan, penemuan berawal saat para pekerja melakukan penggalian tanah menggunakan alat berat pada Minggu (22/5). "Saat anggota menggali tanah tiba-tiba longsor lalu melorotlah, kemudian operator memanggil saya lihat itu apa, bom atau apa," katanya.
Setelah benda itu dibersihkan dan diperhatikan secara seksama, ternyata satu bom yang sebelumnya melorot atau turun dari tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter. Jika dilihat dari kondisinya sebagian dari bom tertanam di tanah dan sebagian di atas permukaan.
Lantaran di lokasi banyak pekerja dan terkadang ada anak-anak bermain maka polisi memindahkan bom ke lokasi yang lebih aman. "Kami amankan sementara ke lokasi sini, menggunakan loader dan kami angkat hati-hati sekali," kata Jantor.
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo kenang sejarah Pertempuran Surabaya, peringati Hari Pahlawan
10 November 2025 7:11 WIB
Trump sebut perang Rusia di Ukraina bisa berakhir asal Eropa tekan finansial China
19 September 2025 11:19 WIB
Para pemimpin negara OKI dan Liga Arab serukan sanksi untuk Israel di Doha
16 September 2025 9:23 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB