Unsri bantu mahasiswa Pascasarjana Unbara tembus jurnal internasional
Senin, 3 Januari 2022 21:01 WIB
Prof Benyamin memberikan materi strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi di Universitas Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Senin (3/1). ANTARA/HO-Unbara
Palembang (ANTARA) - Dosen senior Unversitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan Prof Benyamin Lakitan berupaya membantu dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Baturaja (Unbara) di Kabupaten Ogan Komering Ulu menembus publikasi penelitian di jurnal internasional bereputasi.
"Selama ini dosen dan mahasiswa Pascasarjana menghadapi masalah untuk melakukan publikasi hasil penelitian terutama di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus dan lainnya," kata Prof Benyamin ketika menjadi pemateri pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi nasional dan internasional bereputasi yang digelar Unbara di Baturaja, Senin.
Menurut dia, kunci dosen dan mahasiswa untuk bisa menembus jurnal internasional bereputasi, diawali dengan melakukan penelitian secara baik.
"Tidak ada publikasi jika tidak diawali dengan penelitian yang baik," ujar Benyamin yang juga Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sumsel itu.
Publikasi hasil penelitian melalui jurnal internasional merupakan sarana untuk berkomunikasi antar-masyarakat ilmiah dari berbagai negara.
Hasil riset dosen dan mahasiswa Unbara serta perguruan tinggi lainnya di Indonesia akan memberikan manfaat lebih luas setelah dipublikasikan dalam ruang lingkup internasional.
Publikasi internasional terkait hasil-hasil penelitian di Indonesia juga akan memberi dampak lain yakni menunjukkan posisi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tanah Air.
Untuk bisa menembus publikasi internasional diperlukan upaya-upaya yang strategis dan cerdas.
Publikasi menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dilakukan serta dapat menjadi modal rekam jejak peneliti sebagai akademisi.
"Penulis atau peneliti dapat membangun jejaring internasional melalui publikasinya. Jejaring internasional bisa terbangun apabila jurnal ilmiah banyak dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain," ujar mantan Sesmenristek era 2007 itu.
Sementara Direktur Pascasarjana Unbara Dr Munajat menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Unsri yang telah menurunkan dosen seniornya Prof Benyamin Lakitan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi mempublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional bereputasi.
Reputasi atau citra Prof Benyamin sebagai akademisi dan peneliti sudah diakui dan teruji terbukti banyak jurnal ilmiahnya dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain.
"Semakin banyak jurnal ilmiah dikutip oleh peneliti lain, akan semakin tinggi juga reputasi peneliti sebagai akademisi," ujar Munajat.
"Selama ini dosen dan mahasiswa Pascasarjana menghadapi masalah untuk melakukan publikasi hasil penelitian terutama di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus dan lainnya," kata Prof Benyamin ketika menjadi pemateri pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi nasional dan internasional bereputasi yang digelar Unbara di Baturaja, Senin.
Menurut dia, kunci dosen dan mahasiswa untuk bisa menembus jurnal internasional bereputasi, diawali dengan melakukan penelitian secara baik.
"Tidak ada publikasi jika tidak diawali dengan penelitian yang baik," ujar Benyamin yang juga Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sumsel itu.
Publikasi hasil penelitian melalui jurnal internasional merupakan sarana untuk berkomunikasi antar-masyarakat ilmiah dari berbagai negara.
Hasil riset dosen dan mahasiswa Unbara serta perguruan tinggi lainnya di Indonesia akan memberikan manfaat lebih luas setelah dipublikasikan dalam ruang lingkup internasional.
Publikasi internasional terkait hasil-hasil penelitian di Indonesia juga akan memberi dampak lain yakni menunjukkan posisi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tanah Air.
Untuk bisa menembus publikasi internasional diperlukan upaya-upaya yang strategis dan cerdas.
Publikasi menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dilakukan serta dapat menjadi modal rekam jejak peneliti sebagai akademisi.
"Penulis atau peneliti dapat membangun jejaring internasional melalui publikasinya. Jejaring internasional bisa terbangun apabila jurnal ilmiah banyak dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain," ujar mantan Sesmenristek era 2007 itu.
Sementara Direktur Pascasarjana Unbara Dr Munajat menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Unsri yang telah menurunkan dosen seniornya Prof Benyamin Lakitan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan strategi mempublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional bereputasi.
Reputasi atau citra Prof Benyamin sebagai akademisi dan peneliti sudah diakui dan teruji terbukti banyak jurnal ilmiahnya dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain.
"Semakin banyak jurnal ilmiah dikutip oleh peneliti lain, akan semakin tinggi juga reputasi peneliti sebagai akademisi," ujar Munajat.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Pemkot Palembang subsidi Rp10 Ribu per paket sembako di pasar murah Ramadhan
25 February 2026 10:45 WIB
Pemprov Sumsel optimalkan relawan kampung siaga bencana hadapi peralihan musim
20 February 2026 22:39 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB