BBKSDA kembali pasang jebakan harimau di Palas
Selasa, 14 Desember 2021 13:11 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara kembali memasang jebakan Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) i Kabupaten Padang Lawas (ANTARA/HO)
Padang Lawas, Sumut (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara kembali melakukan pemasangan satu unit kandang jebakan Harimau Sumatera liar, di wilayah Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas ( Palas), tepatnya di sekitar lokasi perkebunan masyarakat Desa Siundol Julu.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI, BBKSDA Sumut Darmawan di Sibuhuan, Selasa, mengatakan pemasangan kandang jebak harimau tersebut tindak lanjut dari laporan masyarakat atas kehadiran harimau di perkebunan milik warga.
Laporan itu menyebutkan bahwa induk dan anak anjing milik salah seorang warga bernama Gongma Tua ditemukan mati, diduga akibat diserang harimau liar di lokasi areal perkebunan atau pertaniannya, wilayah desa setempat, Minggu (12/12) malam.
""Saat pengecekan informasi itu, tim kami bersama petugas gabungan menemukan bekas injakan kaki harimau di lokasi anjing petani yang diduga diserang atau dimangsa harimau itu," katanya.
Terkait pemasangan kandang jebakan harimau ketiga ketiga di wilayah Kecamatan Sosopan itu, Darmawan berharap dapat segera membuahkan hasil.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik antara masyarakat dan harimau liar tersebut, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya tetap waspada dan mengurangi aktivitas di lokasi lahan perkebunan.
Jika menemukan atau melihat harimau liar tersebut, supaya segera memberitahukan kepada pihaknya, untuk diantisipasi bersama. Sebagai upaya mengatasi keresahan masyarakat terkait teror HS liar yang sudah berlangsung hampir sekitar sebulan lebih ini.
Pewarta :
Editor : Zita Meirina
Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI, BBKSDA Sumut Darmawan di Sibuhuan, Selasa, mengatakan pemasangan kandang jebak harimau tersebut tindak lanjut dari laporan masyarakat atas kehadiran harimau di perkebunan milik warga.
Laporan itu menyebutkan bahwa induk dan anak anjing milik salah seorang warga bernama Gongma Tua ditemukan mati, diduga akibat diserang harimau liar di lokasi areal perkebunan atau pertaniannya, wilayah desa setempat, Minggu (12/12) malam.
""Saat pengecekan informasi itu, tim kami bersama petugas gabungan menemukan bekas injakan kaki harimau di lokasi anjing petani yang diduga diserang atau dimangsa harimau itu," katanya.
Terkait pemasangan kandang jebakan harimau ketiga ketiga di wilayah Kecamatan Sosopan itu, Darmawan berharap dapat segera membuahkan hasil.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik antara masyarakat dan harimau liar tersebut, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya tetap waspada dan mengurangi aktivitas di lokasi lahan perkebunan.
Jika menemukan atau melihat harimau liar tersebut, supaya segera memberitahukan kepada pihaknya, untuk diantisipasi bersama. Sebagai upaya mengatasi keresahan masyarakat terkait teror HS liar yang sudah berlangsung hampir sekitar sebulan lebih ini.
Pewarta :
Editor : Zita Meirina
Pewarta : Juraidi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demi menunaikan ibadah haji ke Mekkah seorang kakek rela jual kebun karet
02 August 2019 15:52 WIB, 2019
Dukung Apel Akbar Satlinmas, Bank Sumsel Babel raih penghargaan khusus Pemprov Sumsel
30 August 2026 16:58 WIB
Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina PHR Zona 4 salurkan 4.000 paket sembako murah di Sumsel
17 August 2026 20:19 WIB
Komisaris utama Pertamina apresiasi kinerja dan kesiapan Kilang Plaju sebagai pelopor energi hijau
24 July 2026 20:22 WIB
Bank Sumsel Babel dukung Pemprov Sumsel wujudkan "Health Tourism" berkelas nasional
06 July 2026 8:14 WIB
FEB Universitas Tridinanti dan ANTARA edukasi mahasiswa cara bijak manfaatkan AI
11 June 2026 16:06 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB