Vihara Dharmakirti Palembang tiadakan kegiatan "undapatta dipusambla"
Rabu, 26 Mei 2021 15:04 WIB
Sejumlah umat Budha Palembang melakukan ibadah Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis di Vihara Dharmakirti Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (26/5/2021). (ANTARA/Feny Selly/21)
Palembang (ANTARA) - Vihara Dharmakirti di Jalan Kapten Marzuki Kota Palembang, Sumatera Selatan, meniadakan kegiatan undapatta dipusambla pada rangkaian Hari Raya Trisuci Waisak 2565 untuk mencegah kerumunan.
Pembina Vihara Dharmakirti Darwis di Palembang, Rabu, mengatakan kegiatan undapatta dipusambla mengharuskan umat Budha mengelilingi komplek vihara untuk menerima persembahan uang, makanan dan obat-obatan.
"Selain meniadakan kegiatan itu, kami juga membatasi sembahyang di dalam vihara hanya untuk 400 orang, biasanya bisa sampai 3.000 orang," ujarnya.
Namun bagi umat Budha yang tidak kebagian sesi sembahyang pagi tetap dapat melaksanakan sembahyang setelahnya secara bergantian dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Menurut dia, pelaksanaan berbagai kegiatan Trisuci Waisak memang menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena Kota Palembang masih berada di zona merah COVID-19.
Setiap orang wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak selama prosesi sembahyang dan melaksanakan ibadah dalam kondisi badan yang sehat.
Meski dilaksanakan dalam keterbatasan, namun ia mengungkapkan umat Budha tetap antusias dan berbahagia merayakan Waisak karena pada tahun lalu rangkaian prosesi hanya bisa dilakukan dari rumah.
"Pada Waisak kali ini mengambil tema eling dan waspada, yakni umat Budha diingatkan agar selalu meningkatkan ketakwaan dan menaati pesan pemerintah terkait protokol kesehatan," kata dia menambahkan.
Pembina Vihara Dharmakirti Darwis di Palembang, Rabu, mengatakan kegiatan undapatta dipusambla mengharuskan umat Budha mengelilingi komplek vihara untuk menerima persembahan uang, makanan dan obat-obatan.
"Selain meniadakan kegiatan itu, kami juga membatasi sembahyang di dalam vihara hanya untuk 400 orang, biasanya bisa sampai 3.000 orang," ujarnya.
Namun bagi umat Budha yang tidak kebagian sesi sembahyang pagi tetap dapat melaksanakan sembahyang setelahnya secara bergantian dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Menurut dia, pelaksanaan berbagai kegiatan Trisuci Waisak memang menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena Kota Palembang masih berada di zona merah COVID-19.
Setiap orang wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak selama prosesi sembahyang dan melaksanakan ibadah dalam kondisi badan yang sehat.
Meski dilaksanakan dalam keterbatasan, namun ia mengungkapkan umat Budha tetap antusias dan berbahagia merayakan Waisak karena pada tahun lalu rangkaian prosesi hanya bisa dilakukan dari rumah.
"Pada Waisak kali ini mengambil tema eling dan waspada, yakni umat Budha diingatkan agar selalu meningkatkan ketakwaan dan menaati pesan pemerintah terkait protokol kesehatan," kata dia menambahkan.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB