Konser virtual jadi penggerak industri musik di masa pandemi
Senin, 22 Februari 2021 9:20 WIB
Jumpa pers konser virtual Rossa & Afgan, Selasa (16/2/2021). (ANTARA/Yogi Rachman)
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Rossa menilai bahwa penyelenggaraan konser virtual menjadi salah satu penggerak industri musik Indonesia dalam masa-sama pandemi COVID-19 seperti sekarang.
Menurut Rossa, sebagai musisi ia perlu memiliki wadah untuk tetap bisa produktif dalam kondisi yang serba terbatas akibat pandemi. Konser virtual, menurut Rossa, menjadi jawaban meskipun dari segi penghasilan tidak sebesar dibandingkan luring atau konser fisik.
"Tapi yang pasti di sini kita ingin produktif kita ingin buat roda permusikan tidak stop. Kalau jujur materi yang dihasilkan offline dan online cukup signifikan perbedaannya," kata Rossa dalam jumpa pers jelang konser virtual bersama Afgan, Rabu lalu (17/2).
Konser virtual di tengah pandemi tidak sekadar mencari materi tapi juga sebagai salah satu untuk tetap menghidupkan industri musik tanah air. "Tapi sekarang kan yang dicari bukan cuma materi. Ada banyak hal, kita mau bikin industri musik tetap berjalan," kata Rossa.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Afgan yang sudah merencanakan konser virtual bersama Rossa pada Maret mendatang. Menurut Afgan, prioritas utama saat ini adalah bagaimana agar bisa produktif dengan mengutamakan kesehatan.
"Priority sekarang sehat dulu nih dari pandemi ini pelan-pelan. Mungkin setelah kondisi udah aman pengen banget sih kita bikin showcase yang bener off air karena kita juga kangen banget sebagai performer," ujar Afgan.
Afgan juga menilai bahwa penyelenggaraan konser virtual juga membuat para pelaku di industri musik, seperti kru panggung kembali bergairah.
"Bukan cuma musisi, tapi kru panggung juga. Mereka juga harus tetap berjalan ya kalau kita gak semangat kru panggung gak akan semangat karena semua berkesinambungan," imbuh Afgan.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung upaya para pekerja di sektor ekonomi kreatif, termasuk para musisi untuk tetap produktif di masa pandemi.
Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, dukungan yang diberikan pemerintah, salah satunya dengan mengeluarkan panduan protokol kesehatan untuk penyelenggaraan acara, termasuk untuk konser musik.
Panduan protokol kesehatan itu dimulai dari kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Rizki menyebutkan, semua tahapan mulai dari penyelenggara dan penonton masuk ke tempat acara, pengaturan tempat duduk, dan perhatian lain untuk penyelenggara event sudah disediakan peraturan dan anjuran yang dapat dilihat dan diunduh secara gratis oleh masyarakat di situs www.kemenparekraf.go.id.
Panduan protokol kesehatan itu juga yang menjadi pedoman bagi pelaku kreatif yang ingin tetap bisa berkarya di masa pandemi dengan tetap mengutamakan kesehatan.
Menurut Rossa, sebagai musisi ia perlu memiliki wadah untuk tetap bisa produktif dalam kondisi yang serba terbatas akibat pandemi. Konser virtual, menurut Rossa, menjadi jawaban meskipun dari segi penghasilan tidak sebesar dibandingkan luring atau konser fisik.
"Tapi yang pasti di sini kita ingin produktif kita ingin buat roda permusikan tidak stop. Kalau jujur materi yang dihasilkan offline dan online cukup signifikan perbedaannya," kata Rossa dalam jumpa pers jelang konser virtual bersama Afgan, Rabu lalu (17/2).
Konser virtual di tengah pandemi tidak sekadar mencari materi tapi juga sebagai salah satu untuk tetap menghidupkan industri musik tanah air. "Tapi sekarang kan yang dicari bukan cuma materi. Ada banyak hal, kita mau bikin industri musik tetap berjalan," kata Rossa.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Afgan yang sudah merencanakan konser virtual bersama Rossa pada Maret mendatang. Menurut Afgan, prioritas utama saat ini adalah bagaimana agar bisa produktif dengan mengutamakan kesehatan.
"Priority sekarang sehat dulu nih dari pandemi ini pelan-pelan. Mungkin setelah kondisi udah aman pengen banget sih kita bikin showcase yang bener off air karena kita juga kangen banget sebagai performer," ujar Afgan.
Afgan juga menilai bahwa penyelenggaraan konser virtual juga membuat para pelaku di industri musik, seperti kru panggung kembali bergairah.
"Bukan cuma musisi, tapi kru panggung juga. Mereka juga harus tetap berjalan ya kalau kita gak semangat kru panggung gak akan semangat karena semua berkesinambungan," imbuh Afgan.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung upaya para pekerja di sektor ekonomi kreatif, termasuk para musisi untuk tetap produktif di masa pandemi.
Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, dukungan yang diberikan pemerintah, salah satunya dengan mengeluarkan panduan protokol kesehatan untuk penyelenggaraan acara, termasuk untuk konser musik.
Panduan protokol kesehatan itu dimulai dari kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Rizki menyebutkan, semua tahapan mulai dari penyelenggara dan penonton masuk ke tempat acara, pengaturan tempat duduk, dan perhatian lain untuk penyelenggara event sudah disediakan peraturan dan anjuran yang dapat dilihat dan diunduh secara gratis oleh masyarakat di situs www.kemenparekraf.go.id.
Panduan protokol kesehatan itu juga yang menjadi pedoman bagi pelaku kreatif yang ingin tetap bisa berkarya di masa pandemi dengan tetap mengutamakan kesehatan.
Pewarta : Yogi Rachman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Konser tunggal Afgan di Bandung akan hadirkan dua bintang tamu spesial
12 December 2023 10:27 WIB, 2023
Afgan dan Armand Maulana akan meriahkan konser "New Live! Experience"
03 August 2020 15:36 WIB, 2020
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB