505 warga Pengadegan sempat mengungsi antisipasi luapan Ciliwung
Selasa, 22 September 2020 8:55 WIB
Warga Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, mengungsi di GOR Pengadegan mengantisipasi luapan Kali Ciliwung seiring meningkatnya status Siaga Banjir Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/9/2020). (ANTARA/HO-Camat Pancoran)
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 505 warga Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sempat mengungsi untuk mengantisipasi luapan Kali Ciliwung seiring meningkatnya status Bendung Katulampa Siaga I pada Senin (21/9) malam.
Berdasarkan data dari Kecamatan Pancoran yang diterima ANTARA Selasa pagi, warga sempat mengungsi di empat lokasi, yakni GOR Pengadegan, Rusunawa Pengadegan, SD hingga Madrasah.
"Hingga pukul 00.10 total warga yang mengungsi sebanyak 116 kepala keluarga atau 505 jiwa," kata Camat Pancoran Rizki Adhari Jusal.
Sebelumnya, warga telah diimbau untuk mengungsi akibat intensitas curah hujan turun di wilayah Jakarta serta debit air di Bendung Katulampa yang berstatus Siaga I Banjir pada Senin malam pukul 18.30 WIB.
Warga yang diimbau untuk mengungsi khususnya di Kampung Gobang, Kelurahan Pegadengan, yang memiliki elevasi lebih rendah dari wilayah lain.
Pada sast Bendung Katulampa Siaga I, tinggi muka air di Kampung Gobang masih normal dan belum ada luapan. Peningkatan air diperkirakan terjadi Selasa dini air seiring sampainya air dari hulu Puncak ke wilayah hilir Jakarta.
Pihak Kecamatan Pancoran membuka lebih banyak tempat untuk mengungsi guna memastikan warga menerapkan jaga jarak fisik selama di pengungsian.
"Biasanya kita hanya membuka lantai dasar GOR dan Rusunawa. Tapi karena harus 'social distancing', kita bukan lantai dasar dan lantai dua GOR, rusunawa juga serta SD dan madrasah untuk menampung warga," ujar Rizki.
Situasi saat ini, air sudah berangsur surut dari pemukiman warga dan warga juga mulai berbenah bersiap kembali ke rumahnya masing-masing. Namun beberapa warga masih ada yang bertahan di pengungsian.
Berdasarkan data dari Kecamatan Pancoran yang diterima ANTARA Selasa pagi, warga sempat mengungsi di empat lokasi, yakni GOR Pengadegan, Rusunawa Pengadegan, SD hingga Madrasah.
"Hingga pukul 00.10 total warga yang mengungsi sebanyak 116 kepala keluarga atau 505 jiwa," kata Camat Pancoran Rizki Adhari Jusal.
Sebelumnya, warga telah diimbau untuk mengungsi akibat intensitas curah hujan turun di wilayah Jakarta serta debit air di Bendung Katulampa yang berstatus Siaga I Banjir pada Senin malam pukul 18.30 WIB.
Warga yang diimbau untuk mengungsi khususnya di Kampung Gobang, Kelurahan Pegadengan, yang memiliki elevasi lebih rendah dari wilayah lain.
Pada sast Bendung Katulampa Siaga I, tinggi muka air di Kampung Gobang masih normal dan belum ada luapan. Peningkatan air diperkirakan terjadi Selasa dini air seiring sampainya air dari hulu Puncak ke wilayah hilir Jakarta.
Pihak Kecamatan Pancoran membuka lebih banyak tempat untuk mengungsi guna memastikan warga menerapkan jaga jarak fisik selama di pengungsian.
"Biasanya kita hanya membuka lantai dasar GOR dan Rusunawa. Tapi karena harus 'social distancing', kita bukan lantai dasar dan lantai dua GOR, rusunawa juga serta SD dan madrasah untuk menampung warga," ujar Rizki.
Situasi saat ini, air sudah berangsur surut dari pemukiman warga dan warga juga mulai berbenah bersiap kembali ke rumahnya masing-masing. Namun beberapa warga masih ada yang bertahan di pengungsian.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Artis Nikita Mirzani bantah terlibat penganiayaan mantan manajer Lucinta
21 November 2020 16:32 WIB, 2020
Iwan Fals nyanyikan lagu "Sore di Tugu Pancoran" pada konser amal COVID-19
26 May 2020 21:24 WIB, 2020
Polisi selidiki kasus kematian ibu dan bayi saat melahirkan di kamar kost
21 September 2019 19:16 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB