Tiga film klasik Korea ditayangkan gratis
Jumat, 26 Juni 2020 13:35 WIB
Penayangan Film Korea Klasik untuk Memperingati Perang Korea Ke-70 (HO/Korean Cultural Center Indonesia)
Jakarta (ANTARA) - Tiga film klasik Korea Selatan bisa ditonton secara gratis di laman resmi Korean Cultural Center Indonesia selama tiga pekan sejak 24 Juni 2020.
Direktur Yong Woon Kim dari Korean Cultural Center Indonesia dalam siaran resmi, Jumat, mengatakan, penayangan film Korea Klasik ini dibuat untuk merayakan peringatan Perang Korea ke-70.
Film pertama adalah "Syal Merah" (1964) yang disutradarai oleh Sang-wook Shin dan dibintangi oleh Eun-hee Choi, Young-gyun Kim serta Moo-ryong Choi.
"Red Scarf" berlatar belakang Angkatan Udara Korea selama Perang Korea.
Baca juga: Aktor Park Bo-gum daftar wajib militer di angkatan laut
Baca juga: Mawar De Jongh kembali disutradarai Hanung Bramantyo di film adaptasi populer asal Korea Selatan "Miracle In Cell No.7"
Sementara film kedua berjudul "Marinir yang Tak Pernah Kembali" (1963), disutradarai Man-hee Lee dan dibintangi Dong-hui Jang, Moo-ryong Choi dan Bong-seo Gu.
Film ini bercerita mengenai Korps Marinir yang berpartisipasi dalam Operasi Pendaratan Incheon dan akan ditayangkan selama sepekan mulai 1 Juli 2020.
Sedangkan film ketiga berjudul "The Wild Chrysanthemums Have Been Avoided" (1974) akan tayang mulai 8 Juli 2020.
"Korean Cultural Center Indonesia akan terus melakukan upaya untuk menghadirkan berbagai film Korea yang dapat dinikmati oleh masyarakat di Indonesia melalui kerja sama dengan organisasi terkait," kata KCC Indonesia.
Direktur Yong Woon Kim dari Korean Cultural Center Indonesia dalam siaran resmi, Jumat, mengatakan, penayangan film Korea Klasik ini dibuat untuk merayakan peringatan Perang Korea ke-70.
Film pertama adalah "Syal Merah" (1964) yang disutradarai oleh Sang-wook Shin dan dibintangi oleh Eun-hee Choi, Young-gyun Kim serta Moo-ryong Choi.
"Red Scarf" berlatar belakang Angkatan Udara Korea selama Perang Korea.
Baca juga: Aktor Park Bo-gum daftar wajib militer di angkatan laut
Baca juga: Mawar De Jongh kembali disutradarai Hanung Bramantyo di film adaptasi populer asal Korea Selatan "Miracle In Cell No.7"
Sementara film kedua berjudul "Marinir yang Tak Pernah Kembali" (1963), disutradarai Man-hee Lee dan dibintangi Dong-hui Jang, Moo-ryong Choi dan Bong-seo Gu.
Film ini bercerita mengenai Korps Marinir yang berpartisipasi dalam Operasi Pendaratan Incheon dan akan ditayangkan selama sepekan mulai 1 Juli 2020.
Sedangkan film ketiga berjudul "The Wild Chrysanthemums Have Been Avoided" (1974) akan tayang mulai 8 Juli 2020.
"Korean Cultural Center Indonesia akan terus melakukan upaya untuk menghadirkan berbagai film Korea yang dapat dinikmati oleh masyarakat di Indonesia melalui kerja sama dengan organisasi terkait," kata KCC Indonesia.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo dan Presiden Korsel bahas kelanjutan kerja sama proyek pesawat tempur KF-21 Boramae
01 November 2025 15:01 WIB
Film Korea No Other Choice, angkat isu relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia
29 September 2025 8:46 WIB
Jonatan Christie akhiri penantian panjang, kembali tampil di final Korea Open 2025
27 September 2025 14:43 WIB
Heize ajak penonton galau, nyanyikan lagu drama hit asal Korea Selatan di KOSTCON 2025
03 August 2025 6:51 WIB
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB