Sutradara "Avatar 2" dikarantina dua pekan
Rabu, 3 Juni 2020 15:24 WIB
Cuplikan dari konsep tampilan film "Avatar 2" (2021). (Twitter/OfficialAvatar)
Jakarta (ANTARA) - Sutradara sekuel kedua "Avatar", James Cameron harus menjalani karantina yang diawasi pemerintah selama 14 hari sebelum memulai kembali produksinya di Selandia Baru, dilaporkan Indie Wire, Rabu.
Produser "Avatar" Jon Landau mengumumkan berita karantina tersebut sambil berbagi foto Cameron dan dirinya yang telah tiba di Selandia Baru setelah penerbangan 13 jam dari Los Angeles.
Sekuel film blockbuster garapan Cameron ini akan kembali diproduksi segera sejak ditunda karena virus corona.
Produksi film dan TV terhenti di seluruh dunia pada pertengahan Maret tetapi perlahan-lahan kembali di beberapa negara termasuk Selandia Baru, di mana sekuel "Avatar" sedang difilmkan.
Baca juga: Sutradara "Avatar" berharap buat empat sekuel
Baca juga: "Avatar 2" akan manfaatkan teknologi bawah air
Pihak berwenang di Selandia Baru, di mana virus corona melambat secara dramatis setelah pemerintah memberlakukan lockdown ketat, telah menyetujui pengamanan industri film untuk melanjutkan produksi. Setiap set membutuhkan izin untuk membawa orang kembali bekerja.
Dirilis pada 2009, "Avatar" telah menjadi film terlaris sepanjang masa hingga Juli 2019 ketika diambil alih oleh film superhero "Avengers: Endgame".
Cameron telah mengerjakan sekuel "Avatar" selama bertahun-tahun dan proyek mereka telah ditunda beberapa kali. Seri kedua dijadwalkan untuk debut pada Desember 2021, diikuti oleh tiga lainnya pada Desember 2023, Desember 2025 dan Desember 2027.
Sekuel "Avatar" akan didistribusikan oleh Walt Disney Co, yang mengambil alih waralaba tersebut ketika membeli bisnis film dan TV dari 21st Century Fox pada 2019.
Produser "Avatar" Jon Landau mengumumkan berita karantina tersebut sambil berbagi foto Cameron dan dirinya yang telah tiba di Selandia Baru setelah penerbangan 13 jam dari Los Angeles.
Sekuel film blockbuster garapan Cameron ini akan kembali diproduksi segera sejak ditunda karena virus corona.
Produksi film dan TV terhenti di seluruh dunia pada pertengahan Maret tetapi perlahan-lahan kembali di beberapa negara termasuk Selandia Baru, di mana sekuel "Avatar" sedang difilmkan.
Baca juga: Sutradara "Avatar" berharap buat empat sekuel
Baca juga: "Avatar 2" akan manfaatkan teknologi bawah air
Pihak berwenang di Selandia Baru, di mana virus corona melambat secara dramatis setelah pemerintah memberlakukan lockdown ketat, telah menyetujui pengamanan industri film untuk melanjutkan produksi. Setiap set membutuhkan izin untuk membawa orang kembali bekerja.
Dirilis pada 2009, "Avatar" telah menjadi film terlaris sepanjang masa hingga Juli 2019 ketika diambil alih oleh film superhero "Avengers: Endgame".
Cameron telah mengerjakan sekuel "Avatar" selama bertahun-tahun dan proyek mereka telah ditunda beberapa kali. Seri kedua dijadwalkan untuk debut pada Desember 2021, diikuti oleh tiga lainnya pada Desember 2023, Desember 2025 dan Desember 2027.
Sekuel "Avatar" akan didistribusikan oleh Walt Disney Co, yang mengambil alih waralaba tersebut ketika membeli bisnis film dan TV dari 21st Century Fox pada 2019.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kaleidoskop - Jajaran film terlaris di "box office" selama tahun 2022
28 December 2022 12:21 WIB, 2022
"Avatar: The Way of Water", paduan sempurna antara teknologi & sinema
14 December 2022 12:43 WIB, 2022
Jelang pemutaran film Avatar, bioskop di Beijing batalkan syarat PCR
08 December 2022 12:00 WIB, 2022
Film animasi "Avatar: The Last Airbender" dan "SpongeBob" rilis 2025
11 November 2022 9:59 WIB, 2022