Jakarta (ANTARA) - Sofia Kenin menelan kekalahan pertamanya di pertandingan WTA sejak menjuarai Australia Terbuka awal bulan ini saat dia kalah 6-7 (2/7), 6-3, 6-3 oleh Elena Rybakina di Dubai, Selasa.

Kekalahan petenis peringkat tujuh dunia, Kenin, ini melengkapi hattrick terpuruknya unggulan-unggulan pada hari keempat turnamen di Uni Emirat Arab itu.

Juara bertahan Belinda Bencic dibungkam 1-6, 6-1, 6-1 oleh Anastasia Pavlyuchenkova sementara unggulan ketiga sekaligus juara turnamen dua kali Elina Svitolina kalah 6-2, 6-1 oleh petenis kualifikasi Jennifer Brady.

Petenis Amerika, Kenin, hanya dua kali bertanding di turnamen non-tour Fed Cup itu setelah kemenangannya di Melbourne atas Garbine Muguruza. Babak sebelumnya dia mengalahkan Kim Clijsters pada Senin.

Petenis berusia 21 tahun itu takluk hanya dalam waktu dua jam oleh lawannya yang berperingkat 19 dunia dan setahun yang lalu masih di posisi 192 dunia.

"Ada tekanan yang lebih besar di pihak saya (setelah memenangi Grand Slam pertama). Tapi saya harus mencoba mengelolanya untuk turnamen berikutnya," kata Kenin.





"Saya hanya tidak merasakan permainan dengan sangat baik. Saya hanya melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri, saya tidak memanfaatkan peluang saya. Saya merasa sangat tidak nyaman di sepanjang pertandingan ini."

Kenin mendapatkan break awal tetapi dia tidak bisa memanfaatkannya dan akhirnya kalah pada set pertama dengan tiebreak. Rybakina mendominasi dua set berikutnya untuk mencapai putaran kedua di mana dia akan menghadapi petenis Ceko Katerina Siniakova.

Petenis Kazakhstan, Rybakina, sebelumnya meraih gelar di Hobart pada Januari dan mencapai final di turnamen St Petersburg akhir pekan lalu.

"Saya persiapkan dengan latihan yang baik meski saya tidak berharap akan menang. Saya berusaha melakukan yang terbaik," katanya.

"Saya sama sekali tidak gugup (setelah perjalanan dari Rusia) karena saya tahu itu akan sulit."

"Saya tidak berpikir bahwa dia baru saja menjuarai Australia Terbuka, saya tahu bahwa sekarang semua orang bisa mengalahkan semua orang," tambahnya, demikian AFP.

Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024