Jakarta (ANTARA) - Pelatih Fiorentina Vincenzo Montella marah besar oleh keputusan wasit dan VAR setelah timnya menyerah 3-4 kepada Napoli dalam laga kontroversial Minggu dini hari tadi.

"Saya tak mau terima. Maaf, saya tak bisa," kata dia dalam laman football-italia.net.

Pertandingan antara kedua tim itu sendiri adalah laga yang menarik tetapi juga kontroversial setelah dua tendangan penalti meragukan dihadiahkan wasit, dan peluang penalti yang dimohonkan rekrutan baru Fiorentina, Franck Ribery, ditolak wasit.

"Saya berterima kasih kepada anak-anak, fans dan presiden klub yang telah memberi kami energi yang luar biasa. Menyayangkan hasilnya, sejumlah hal bisa dibahas sampai akhir waktu, tetapi beberapa hal lainnya tak bisa kamu pahami. Mengapa kita merumitkan hidup kita sendiri?" kata Montella dalam ekspresi marah, kepada Sky Sport Italia.

Momen paling kontroversial adalah saat hadiah penalti diberikan ketika Dries Mertens terlihat jelas melakukan diving. “Mertens berpura-pura, mengapa lima orang itu (petugas VAR) tidak mempertimbangkan cuplikannya dan melihatnya?"

Montella masih tidak puas atas kekalahan ini dan mengungkit kemarahan yang melanda timnya. "Memang benar ada kemarahan, karena kesalahan bisa saja terjadi, tetapi melihat ada penalti tapi yang lain tidak, saya enggak terima. Maafkan saja."

"Wasit bilang dia melihat pelanggaran terhadap Mertens itu sudah jelas. Tapi kan ada VAR, jadi mengapa tidak melihatnya? Saya bukannya tak mau menunjukkan rasa hormat kepada wasit, (pemain) saya dikartukuningkan justru ketika Ribery dijatuhkan."

"Ironisnya, kamu menerima banyak kesalahan ketika VAR tidak di sana. Saya mengalami kesalahan yang jauh lebih buruk dalam karir saya sebagai pemain karena memang itu kesalahan, itu bisa terjadi, tetapi saya tak bisa memahami mengapa VAR tidak dilibatkan."

Montella menutup, "Yang (penalti untuk) Martens, saya sama sekali tak bisa memahaminya. Saya kira besok ketika saya menyaksikan lagi (rekaman penalti itu), saya akan semakin marah lagi dari pada hari ini."
 

Pewarta : Jafar M Sidik
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024