Menteri Susi tebar ribuan benih bandeng dan rajungan
Rabu, 8 Mei 2019 19:41 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menebar sebanyak 4.000 benih ikan bandeng dan 2.000 benih rajungan di kawasan perairan Natuna, Kepulauan Riau, sebagai upaya untuk memperbanyak stok berbagai komoditas kelautan nasional tersebut.
Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu, mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian dan keberlanjutan sumber daya alam laut Indonesia, termasuk berbagai komoditas ikan laut yang makin menurun stoknya di alam.
Hal tersebut karena rajungan dinilai merupakan jenis komoditas laut yang terus mendapat tekanan eksploitasi cukup kuat, sedangkan bandeng banyak ditangkap dari alam untuk kebutuhan indukan maupun benih.
Restocking atau penebaran nener (benih) bandeng berlokasi di Pantai Sahi dan dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (4/5).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat dimintai keterangannya di Jakarta. Senin (6/5), menyatakan bahwa Kepulauan Natuna merupakan kawasan yang strategis, sehingga kelestarian sumber daya ikan yang ada di sana harus dipertahankan.
Oleh karenanya, ujar Slamet Soebjakto, Ditjen Perikanan Budidaya memiliki tanggungjawab untuk menjamin agar jenis-jenis ikan asli, dan terancam tetap terjaga keseimbangan stoknya yakni dengan mendorong inovasi teknologi pembenihan yang fokusnya untuk restocking di berbagai perairan di Indonesia.
"Perikanan budidaya ini fungsinya sebagai buffer stock. Artinya keseimbangan stok SDI (sumber daya ikan) di alam akan banyak bergantung pada peran perekayasaan di bidang perikanan budidaya. Jadi intinya, perikanan budidaya punya peran ganda yakni sebagai buffer stock di alam dan untuk pemenuhan kepentingan ekonomi dan pangan. Saya intruksikan ke semua unit, agar restocking ini jadi bagian program prioritas," katanya.
Khusus restocking rajungan, Dirjen Perikanan Budidaya KKP itu mengatakan bahwa komoditas ini hingga kini menjadi salah satu jenis yang terus mendapatkan tekanan kuat akibat eksploitasi yang berlebih karena permintaan pasar yang besar dan harga yang menggiurkan memicu tingginya penangkapan di alam.
Namun demikian dirinya menyampaikan bahwa upaya perekayasaan yang dilakukan oleh Ditjen Perikanan Budidaya KKP telah berhasil membenihkan rajungan secara massal, hal ini diharapkan akan mampu mempercepat pemulihan stok di alam.
Slamet berharap ke depannya restocking atau penebaran benih ke alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan restocking secara mandiri.
Sebagaimana diwartakan, peningkatan stok ikan di sejumlah kawasan perairan nasional dirasakan oleh nelayan antara lain karena ada larangan untuk melakukan alih muatan di tengah laut sehingga setiap hasil tangkapan dari melaut harus didaratkan ke pelabuhan perikanan.
"Dulu itukan ada transhipment (alih muatan di tengah laut) jadi pengurangan ikannya kelihata sekali, nah sekarang transhipment dilarang, jadi peningkatan dirasakan betul," kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati ketika dihubungi Antara, beberapa waktu lalu.
Namun, menurut Susan, klaim terkait meningkatnya stok ikan di berbagai kawasan perairan juga harus dicek ulang karena dinilai tidak semuanya merasakan peningkatan hasil tangkap setelah melaut.
Hal itu, ujar dia, karena klaim tersebut harus memperhitungkan disparitas geografis mengingat luasnya Indonesia. "Sekarang kalau nelayan Jawa mah ga terlalu (meningkat hasil tangkapannya) sebenarnya, karena kapal besar itu menangkapnya malah ke (kawasan perairan) Sulawesi Papua," kata Sekjen Kiara.
Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu, mengajak semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian dan keberlanjutan sumber daya alam laut Indonesia, termasuk berbagai komoditas ikan laut yang makin menurun stoknya di alam.
Hal tersebut karena rajungan dinilai merupakan jenis komoditas laut yang terus mendapat tekanan eksploitasi cukup kuat, sedangkan bandeng banyak ditangkap dari alam untuk kebutuhan indukan maupun benih.
Restocking atau penebaran nener (benih) bandeng berlokasi di Pantai Sahi dan dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (4/5).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat dimintai keterangannya di Jakarta. Senin (6/5), menyatakan bahwa Kepulauan Natuna merupakan kawasan yang strategis, sehingga kelestarian sumber daya ikan yang ada di sana harus dipertahankan.
Oleh karenanya, ujar Slamet Soebjakto, Ditjen Perikanan Budidaya memiliki tanggungjawab untuk menjamin agar jenis-jenis ikan asli, dan terancam tetap terjaga keseimbangan stoknya yakni dengan mendorong inovasi teknologi pembenihan yang fokusnya untuk restocking di berbagai perairan di Indonesia.
"Perikanan budidaya ini fungsinya sebagai buffer stock. Artinya keseimbangan stok SDI (sumber daya ikan) di alam akan banyak bergantung pada peran perekayasaan di bidang perikanan budidaya. Jadi intinya, perikanan budidaya punya peran ganda yakni sebagai buffer stock di alam dan untuk pemenuhan kepentingan ekonomi dan pangan. Saya intruksikan ke semua unit, agar restocking ini jadi bagian program prioritas," katanya.
Khusus restocking rajungan, Dirjen Perikanan Budidaya KKP itu mengatakan bahwa komoditas ini hingga kini menjadi salah satu jenis yang terus mendapatkan tekanan kuat akibat eksploitasi yang berlebih karena permintaan pasar yang besar dan harga yang menggiurkan memicu tingginya penangkapan di alam.
Namun demikian dirinya menyampaikan bahwa upaya perekayasaan yang dilakukan oleh Ditjen Perikanan Budidaya KKP telah berhasil membenihkan rajungan secara massal, hal ini diharapkan akan mampu mempercepat pemulihan stok di alam.
Slamet berharap ke depannya restocking atau penebaran benih ke alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan restocking secara mandiri.
Sebagaimana diwartakan, peningkatan stok ikan di sejumlah kawasan perairan nasional dirasakan oleh nelayan antara lain karena ada larangan untuk melakukan alih muatan di tengah laut sehingga setiap hasil tangkapan dari melaut harus didaratkan ke pelabuhan perikanan.
"Dulu itukan ada transhipment (alih muatan di tengah laut) jadi pengurangan ikannya kelihata sekali, nah sekarang transhipment dilarang, jadi peningkatan dirasakan betul," kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati ketika dihubungi Antara, beberapa waktu lalu.
Namun, menurut Susan, klaim terkait meningkatnya stok ikan di berbagai kawasan perairan juga harus dicek ulang karena dinilai tidak semuanya merasakan peningkatan hasil tangkap setelah melaut.
Hal itu, ujar dia, karena klaim tersebut harus memperhitungkan disparitas geografis mengingat luasnya Indonesia. "Sekarang kalau nelayan Jawa mah ga terlalu (meningkat hasil tangkapannya) sebenarnya, karena kapal besar itu menangkapnya malah ke (kawasan perairan) Sulawesi Papua," kata Sekjen Kiara.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sinergi, Damkar dan BPBD Muba berhasil Padamkan kebakaran Lahan di jalan Perumahan AMD tembusan Lumpatan
22 September 2024 11:39 WIB, 2024
Bandara Atung Bungsu Pagar Alam kembali beroperasi, Susi Air terbangi dari Palembang dan Bengkulu
18 March 2024 23:00 WIB, 2024
Ganjar Pranowo siap tenggelamkan kapal asing yang mencuri di laut Indonesia
09 January 2024 15:49 WIB, 2024
Irjen Pol Mathius Fakhiri: lokasi KKB sandera pilot di medan yang sulit
07 August 2023 14:29 WIB, 2023
Panglima TNI sebut pembebasan pilot Susi Air dilakukan pendekatan persuasif
24 March 2023 16:09 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Cair Sabtu Ini, dana THR ASN Aceh Rp205,7 miliar diharapkan dongkrak ekonomi daerah
14 March 2026 10:57 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Sabtu 14 Maret 2026: Pagi cerah dan sore hujan ringan
14 March 2026 10:52 WIB
Info Mudik 2026: Bandara Djalaluddin Gorontalo siagakan posko terpadu dan diskon tiket
14 March 2026 8:50 WIB