Menristekdikti: PT siap hadapi kemunculan profesi baru
Sabtu, 23 Maret 2019 18:35 WIB
Mohamad Nasir. (ANTARA)
Bandung (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi (PT) harus bersiap menghadapi kemunculan profesi baru.
"Dengan memasuki era Revolusi Industri 4.0, era disrupsi teknologi, diperkirakan 75 hingga 375 juta orang di dunia akan beralih profesi, dan akan muncul profesi baru karena dampak pertumbuhan teknologi yang begitu cepat. Hal ini membuat perguruan tinggi dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi," ujar Menristekdikti saat menghadiri Dies Natalis Universitas Pasundan (Unpas) di Bandung, Sabtu.
Dia mengatakan mau tidak mau, suka atau tidak suka, teknologi akan hadir dalam kehidupan. Untuk itu, Nasir meminta pimpinan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas dosen agar memiliki kompetensi inti yang akan dibutuhkan pada revolusi industri 4.0. Lulusan perguruan tinggi sangat bergantung dengan kualitas sistem pembelajaran di kampus dan kualitas dosen yang mengampu mata kuliah.
Menristekdikti Mohamad Nasir dan jajarannya meninjau simulasi UTBK. (Biro KSKP Kemenristekdikti)
"Realitanya di perkembangan teknologi saat ini masih banyak lulusan tidak memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diambil dalam bidangnya,” tambahnya.
Perguruan tinggi akan semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya atas pekerjaan yang belum ada, selain menciptakan iptek yang inovatif, adaptif, kompetitif sebagai konsep utama daya saing dan pembangunan bangsa.
Nasir menjelaskan, menghadapi tantangan tersebut Kemenristekdiki bersama perguruan tinggi harus mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi, seperti: deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada mahasiswa serta pangsa pasar, penajaman kurikulum, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, sampai pada peningkatan keskolaran, kreativitas, kegiatan entrepreneurial, dan lain-lain.
Iar juga mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan capaian Unpas selama 59 tahun telah banyak menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan dunia kerja. Banyak kiprah para alumninya di berbagai sektor, serta berbagai karya dan pemikiran strategis yang besar peranannya dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan daya saing bangsa .
"Dengan memasuki era Revolusi Industri 4.0, era disrupsi teknologi, diperkirakan 75 hingga 375 juta orang di dunia akan beralih profesi, dan akan muncul profesi baru karena dampak pertumbuhan teknologi yang begitu cepat. Hal ini membuat perguruan tinggi dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi," ujar Menristekdikti saat menghadiri Dies Natalis Universitas Pasundan (Unpas) di Bandung, Sabtu.
Dia mengatakan mau tidak mau, suka atau tidak suka, teknologi akan hadir dalam kehidupan. Untuk itu, Nasir meminta pimpinan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas dosen agar memiliki kompetensi inti yang akan dibutuhkan pada revolusi industri 4.0. Lulusan perguruan tinggi sangat bergantung dengan kualitas sistem pembelajaran di kampus dan kualitas dosen yang mengampu mata kuliah.
Menristekdikti Mohamad Nasir dan jajarannya meninjau simulasi UTBK. (Biro KSKP Kemenristekdikti)
"Realitanya di perkembangan teknologi saat ini masih banyak lulusan tidak memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diambil dalam bidangnya,” tambahnya.
Perguruan tinggi akan semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya atas pekerjaan yang belum ada, selain menciptakan iptek yang inovatif, adaptif, kompetitif sebagai konsep utama daya saing dan pembangunan bangsa.
Nasir menjelaskan, menghadapi tantangan tersebut Kemenristekdiki bersama perguruan tinggi harus mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi, seperti: deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada mahasiswa serta pangsa pasar, penajaman kurikulum, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, sampai pada peningkatan keskolaran, kreativitas, kegiatan entrepreneurial, dan lain-lain.
Iar juga mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan capaian Unpas selama 59 tahun telah banyak menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan dunia kerja. Banyak kiprah para alumninya di berbagai sektor, serta berbagai karya dan pemikiran strategis yang besar peranannya dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan daya saing bangsa .
Pewarta : Indriani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menristekdikti berharap mahasiswa tidak demo jelang pelantikan presiden
14 October 2019 15:28 WIB, 2019
Kemenristekdikti fokus tingkatkan mutu pendidikan tinggi di era digital
25 June 2019 15:29 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB