Rupiah masi bertahan di area positif
Jumat, 11 Januari 2019 12:02 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ini menguat sebesar 23 poin menjadi Rp14.065 per dolar AS dan diperkirakan tetap bergerak di area positif.
"Fluktuasi rupiah masih bertahan di area positif di tengah sentimen The Fed yang masih terlihat lunak terhadap kebijakan suku bunganya," kata Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.
Pelaku pasar, lanjut dia, sempat menilai The Fed akan agresif dalam menaikan tingkat suku bunganya. Namun, risalah The Fed pada Desember 2018 lalu cenderung "dovish" sehingga mengurangi kekhawatiran pelaku pasar di negara berkembang.
Ia menambahkan sikap optimis pelaku pasar terhadap hasil perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China juga masih menjadi faktor positif bagi mata uang di negara berkembang.
"Kesepakatan dagang akan berimbas pada membaiknya perekonomian global, termasuk Indonesia," katanya.
Dari dalam negeri, ia menambahkan sentimen dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang menaikan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps juga turut direspon baik pelaku pasar.
"Meski laju rupiah masih dapat bergerak positif, namun cukup rawan berbalik melemah menyusul beberapa data ekonomi AS yang dianggap positif," katanya.
"Fluktuasi rupiah masih bertahan di area positif di tengah sentimen The Fed yang masih terlihat lunak terhadap kebijakan suku bunganya," kata Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.
Pelaku pasar, lanjut dia, sempat menilai The Fed akan agresif dalam menaikan tingkat suku bunganya. Namun, risalah The Fed pada Desember 2018 lalu cenderung "dovish" sehingga mengurangi kekhawatiran pelaku pasar di negara berkembang.
Ia menambahkan sikap optimis pelaku pasar terhadap hasil perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China juga masih menjadi faktor positif bagi mata uang di negara berkembang.
"Kesepakatan dagang akan berimbas pada membaiknya perekonomian global, termasuk Indonesia," katanya.
Dari dalam negeri, ia menambahkan sentimen dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang menaikan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps juga turut direspon baik pelaku pasar.
"Meski laju rupiah masih dapat bergerak positif, namun cukup rawan berbalik melemah menyusul beberapa data ekonomi AS yang dianggap positif," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB