Basarnas diminta membantu pencarian ABK Multi Prima
Rabu, 28 November 2018 6:29 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam (ANTARA News/Handry Musa/2016)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Keluarga korban meminta Basarnas Pusat membantu pencarian tujuh anak buah kapal KM Multi Prima I yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Kapoposang Bali atau sebelah utara Perairan Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.
Salah satu keluarga korban, Ummi Hadyah Saleh atau Umay di Jakarta, Selasa malam, meminta Basarnas Pusat ikut membantu pencarian tujuh anak buah kapal (ABK) termasuk ayahnya M Pande Saleh (67) sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM)/yang menjadi korban belum ditemukan.
"Kami sekeluarga meminta Basarnas untuk ikut membantu pencarian tujuh korban KM Multi Prima I karena saat ini hanya tim Sar Mataram yang mencari," kata Umay yang juga jurnalis salah satu media "online" nasional.
Umay menuturkan tim SAR Mataram belum menemukan tujuh ABK KM Multi Prima I karena diduga para korban terbawa arus ke wilayah perairan lain.
"Apakah karena ini cuma tujuh korban jadi Basarnas Pusat tidak ikut bantu pencarian," tanya Umay.
Umay juga mengungkapkan tim Basarnas harus menemukan bangkai KM Multi Prima I yang memungkinkan para korban terjebak di dalam kapal.
KM Multi Prima I rute Surabaya menuju Waingapu Nusa Tenggara Timur tenggelam lantaran dihantam ombak tinggi di sekitar Selat Bali atau tepatnya di perairan utara Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (22/11).
Berdasarkan informasi, sebanyak 14 ABK yang menumpang kapal tersebut namun tujuh orang selamat sedangkan tujuh orang lainnya belum ditemukan.
Ketujuh ABK yang selamat karena menggunakan jaket pelampung kemudian dievakuasi KM Cahaya Abadi yang melintasi lokasi KM Multi Prima I tenggelam.
Salah satu keluarga korban, Ummi Hadyah Saleh atau Umay di Jakarta, Selasa malam, meminta Basarnas Pusat ikut membantu pencarian tujuh anak buah kapal (ABK) termasuk ayahnya M Pande Saleh (67) sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM)/yang menjadi korban belum ditemukan.
"Kami sekeluarga meminta Basarnas untuk ikut membantu pencarian tujuh korban KM Multi Prima I karena saat ini hanya tim Sar Mataram yang mencari," kata Umay yang juga jurnalis salah satu media "online" nasional.
Umay menuturkan tim SAR Mataram belum menemukan tujuh ABK KM Multi Prima I karena diduga para korban terbawa arus ke wilayah perairan lain.
"Apakah karena ini cuma tujuh korban jadi Basarnas Pusat tidak ikut bantu pencarian," tanya Umay.
Umay juga mengungkapkan tim Basarnas harus menemukan bangkai KM Multi Prima I yang memungkinkan para korban terjebak di dalam kapal.
KM Multi Prima I rute Surabaya menuju Waingapu Nusa Tenggara Timur tenggelam lantaran dihantam ombak tinggi di sekitar Selat Bali atau tepatnya di perairan utara Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (22/11).
Berdasarkan informasi, sebanyak 14 ABK yang menumpang kapal tersebut namun tujuh orang selamat sedangkan tujuh orang lainnya belum ditemukan.
Ketujuh ABK yang selamat karena menggunakan jaket pelampung kemudian dievakuasi KM Cahaya Abadi yang melintasi lokasi KM Multi Prima I tenggelam.
Pewarta : Taufik Ridwan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Tim SAR gabungan cari ABK kapal jukung tenggelam di perairan Muara Lalan Musi Banyuasin
10 August 2026 22:19 WIB
Kapal tunda Mitra Kencana tenggelam di Sungai Musi, diduga lantaran tak dipandu
16 October 2025 1:12 WIB
Ditpolairud Polda Sumsel evakuasi 10 kru kapal yang tenggelam di Sungai Musi
15 October 2025 15:06 WIB
Operasi pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama berlanjut hingga Senin
11 July 2025 19:24 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Pertamina Hulu Rokan sinergi dengan Kejaksaan Agung kawal produksi sumur minyak
25 September 2026 20:10 WIB