KAI datangkan 19 lokomotif
Selasa, 2 Oktober 2018 13:18 WIB
Bengkel lokomotif (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mendatangkan 19 lokomotif tahun ini untuk mendukung penyiapan sarana angkutan logistik.
"Tahun ini ada 278 dan kami berharap 19 lokomotif datang, dananya kira-kira Rp30-35 miliar per lokomotif, sedang diproses," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmor saat diskusi publik "Peran Kereta Api Guna Mendukung Peraturan Pemerintah dalam Penerapan Pembatasan Muatan Angkutan Barang di Jalan Raya" di Jakarta, Selasa.
Edi menjelaskan penambahan sarana lokomotif, salah satunya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pengangkutan barang melalui kereta api, seiring dengan kebijakan pembatasan angkutan barang melalui jalur darat, yaitu "overload overdimension" (ODOL) pada 1 Agustus lalu.
Namun, dia akuinya, saat ini para pemilik barang masih memilih angkutan darat karena dari segi tarif lebih murah, serta dari segi pengangkutan dari pintu ke pintu.
"Karena mereka bukan mengangkut dari stasiun ke stasiun, tapi dari pabrik, misalkan ke gudang penyimpanan. Jadi kami harus berpikir mendapatkan solusi dari pintu ke pintu, pemilik barang mendapatkan kemudahan diangkut dari titik semula sampai titik yang mereka mau bukan stasiun," katanya. Edi mengaku dari segi fasilitas sarana dan prasarana untuk angkutan logistik sudah siap.
"Penyiapan sarana yang pasti angkutan barang kami siap, tapi ada juga pengembangan penanganan bongkar muatnya, kemudian pengembangan kalog itu sendiri, sistem e-kargo tadi suatu pengembangan investasi yang harus dilakukan, tetapi kami siap mendukung itu," katanya.
"Tahun ini ada 278 dan kami berharap 19 lokomotif datang, dananya kira-kira Rp30-35 miliar per lokomotif, sedang diproses," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmor saat diskusi publik "Peran Kereta Api Guna Mendukung Peraturan Pemerintah dalam Penerapan Pembatasan Muatan Angkutan Barang di Jalan Raya" di Jakarta, Selasa.
Edi menjelaskan penambahan sarana lokomotif, salah satunya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pengangkutan barang melalui kereta api, seiring dengan kebijakan pembatasan angkutan barang melalui jalur darat, yaitu "overload overdimension" (ODOL) pada 1 Agustus lalu.
Namun, dia akuinya, saat ini para pemilik barang masih memilih angkutan darat karena dari segi tarif lebih murah, serta dari segi pengangkutan dari pintu ke pintu.
"Karena mereka bukan mengangkut dari stasiun ke stasiun, tapi dari pabrik, misalkan ke gudang penyimpanan. Jadi kami harus berpikir mendapatkan solusi dari pintu ke pintu, pemilik barang mendapatkan kemudahan diangkut dari titik semula sampai titik yang mereka mau bukan stasiun," katanya. Edi mengaku dari segi fasilitas sarana dan prasarana untuk angkutan logistik sudah siap.
"Penyiapan sarana yang pasti angkutan barang kami siap, tapi ada juga pengembangan penanganan bongkar muatnya, kemudian pengembangan kalog itu sendiri, sistem e-kargo tadi suatu pengembangan investasi yang harus dilakukan, tetapi kami siap mendukung itu," katanya.
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persiapan Mudik 2026: KAI Divre III Palembang siagakan 65 lokomotif dan 44 unit kereta
04 March 2026 18:17 WIB
Presiden: Investor lokal di IKN jadi lokomotif pemicu investasi lain
21 September 2023 16:47 WIB, 2023
Lokomotif KA Brantas dan kepala truk sempat tersagkut di atas Kanal Banjir Barat Semarang
19 July 2023 10:13 WIB, 2023
Indonesia ingin ASEAN jadi lokomotif stabilitas, kesejahteraan kawasan
27 October 2021 12:19 WIB, 2021
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB