Emas naik didukung pelemahan lebih lanjut dolar AS
Selasa, 28 Agustus 2018 6:51 WIB
Petugas menunjukkan produk emas motif Hello Kitty sebelum didistribusikan ke Jepang di PT Antam TBK UBPP LM, Pulogadung, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Chicago (Antara/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS melemah lebih lanjut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, bertambah 2,7 dolar AS atau 0,22 persen, menjadi menetap pada 1.216,00 dolar AS per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,39 persen menjadi 94,778 pada pukul 20.00 GMT.
Dolar AS terus melemah setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Meksiko yang akan membuka jalan untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).
"Kami akan menyebut itu perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko," kata Presiden AS Donald Trump dalam sebuah acara di ruang Oval Gedung Putih dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto yang akan berakhir masa jabatan, bergabung melalui konferensi jarak jauh.
Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, pada acara yang sama di ruang Oval, mengatakan dia mengharapkan untuk mengirimkan pemberitahuan ke Kongres pada Jumat (31/8) dan perjanjian perdagangan baru kemungkinan akan ditandatangani pada akhir November.
Namun masih belum jelas apakah Kanada akan menjadi bagian dari perjanjian akhir tersebut.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 6,5 sen AS atau 0,44 persen menjadi menetap di 14,859 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober menambahkan 14,8 dolar AS atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 804,2 dolar AS per ounce
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, bertambah 2,7 dolar AS atau 0,22 persen, menjadi menetap pada 1.216,00 dolar AS per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,39 persen menjadi 94,778 pada pukul 20.00 GMT.
Dolar AS terus melemah setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Meksiko yang akan membuka jalan untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).
"Kami akan menyebut itu perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko," kata Presiden AS Donald Trump dalam sebuah acara di ruang Oval Gedung Putih dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto yang akan berakhir masa jabatan, bergabung melalui konferensi jarak jauh.
Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, pada acara yang sama di ruang Oval, mengatakan dia mengharapkan untuk mengirimkan pemberitahuan ke Kongres pada Jumat (31/8) dan perjanjian perdagangan baru kemungkinan akan ditandatangani pada akhir November.
Namun masih belum jelas apakah Kanada akan menjadi bagian dari perjanjian akhir tersebut.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 6,5 sen AS atau 0,44 persen menjadi menetap di 14,859 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober menambahkan 14,8 dolar AS atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 804,2 dolar AS per ounce
Pewarta : ANTARA
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas di Pegadaian Selasa: Galeri24 Rp2,58 juta, Antam Rp2,66 juta, UBS Rp2,62 juta per gram
08 September 2026 11:18 WIB
Kemendag sebut kenaikan HPE dan HR emas Agustus 2026 dipicu permintaan global
18 August 2026 10:10 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB