Emas pulih menurun tajam
Rabu, 15 Agustus 2018 9:07 WIB
Batangan emas seberat 1 gram disusun di ZLatarna Celje. (ANTARA Sumsel/REUTERS/Srdjan Zivulovic)
Chicago (Antara/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir di wilayah positif pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah terjun 1,65 persen selama sesi sebelumnya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 1,8 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 1.200,70 dolar AS per ounce.
Gejolak keuangan di Turki mengirim gelombang kejut ke pasar Eropa dan global, mendorong investor berduyun-duyun ke dolar AS dengan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Namun, logam mulia, yang biasanya dipandang sebagai aset "safe haven", secara bertahap mendapatkan kembali peran tradisionalnya di tengah gejolak pasar, kata analis.
Sementara itu, "bargain hunting" atau perburuan harga yang dinilai sudah murah, juga mendorong harga emas dari level terendah dalam 18 bulan terakhir.
Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang asing utama lainnya, terus naik 0,32 persen menjadi 96,56 pada pukul 16.48 GMT.
Tetapi dolar AS yang lebih kuat gagal menyeret lira Turki turun lebih jauh. Sebaliknya, dolar AS jatuh lebih dari tujuh persen pada Selasa (14/8) terhadap lira yang sedang dalam pemulihan, dan suasana krisis tampak menjadi lebih tenang.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 7,1 sen AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 17,053 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik 2,20 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi menetap di 801,70 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 1,8 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 1.200,70 dolar AS per ounce.
Gejolak keuangan di Turki mengirim gelombang kejut ke pasar Eropa dan global, mendorong investor berduyun-duyun ke dolar AS dengan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Namun, logam mulia, yang biasanya dipandang sebagai aset "safe haven", secara bertahap mendapatkan kembali peran tradisionalnya di tengah gejolak pasar, kata analis.
Sementara itu, "bargain hunting" atau perburuan harga yang dinilai sudah murah, juga mendorong harga emas dari level terendah dalam 18 bulan terakhir.
Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang asing utama lainnya, terus naik 0,32 persen menjadi 96,56 pada pukul 16.48 GMT.
Tetapi dolar AS yang lebih kuat gagal menyeret lira Turki turun lebih jauh. Sebaliknya, dolar AS jatuh lebih dari tujuh persen pada Selasa (14/8) terhadap lira yang sedang dalam pemulihan, dan suasana krisis tampak menjadi lebih tenang.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 7,1 sen AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 17,053 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik 2,20 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi menetap di 801,70 dolar AS per ounce.
Pewarta : ANTARA
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas di Pegadaian Selasa: Galeri24 Rp2,58 juta, Antam Rp2,66 juta, UBS Rp2,62 juta per gram
08 September 2026 11:18 WIB
Kemendag sebut kenaikan HPE dan HR emas Agustus 2026 dipicu permintaan global
18 August 2026 10:10 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB