PT KAI gabungkan KRD Seminung-Way umpu
Senin, 11 Juni 2018 9:45 WIB
Kereta api. (ANTARA News Sumsel/Edo Purmana)
Bandarlampung (ANTARA News Sumsel) - PT Kereta Api Persero Divisi Regional IV Tanjungkarang melakukan penggabungan rangkaian KRD Seminung dan KA Way Umpu rute Tanjungkarang-Kotabumi, Lampung Utara untuk menambah kapasitas penumpang yang digunakaan untuk angkutan Lebaran dari 10 Juni sampai dengan masa angkutan Lebaran 2018 selesai.
"Kami mulai penggabungan dua rangkaian kereta api itu, sehingga dari 360 penumpang saat ini menjadi 765 penumpang dalam satu kali angkut," ujar Franoto Wibowo, Manager Humas PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, penggabungan rangkaian dua KA itu dilakukan sejak tanggal 10 Juni sampai dengan selesai masa angkutan Lebaran 2018.
Selain itu, penggabungan ini sangat membantu dan mengurangi kepadatan penumpang yang terjadi di Stasiun KA Tanjungkaranng, dikarenakan banyak pemudik yang menggunakan angkutan kereta api sebagai angkutan Lebaran yang dinilai nyaman dan murah.
Ia menambahkan, untuk sekali angkut, KRD Seminung dapat menampung 360 penumpang dan bila sudah digabungkan menjadi 765 penumpang.
"Kita bisa lebih menghemat waktu dan yang paling utama dapat mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Tanjungkarang," katanya pula.
Kondisi arus mudik Lebaran 2018 kali ini, menurut Franoto, pada Minggu (10/6) sejak pagi hingga malam hari peningkatan jumlah penumpang yang diberangkatkan menggunakan KA Rajabasa, KA Sriwijaya Limex, dan gabungan antara KRD Seminung dengan KA Way Umpu mencapai 15-20 persen per hari.
Bahkan tahun ini jumlah pemudjk terbanyak dan bisa diprediksi akan terus meningkat pada hari Selasa dan Rabu (12-13/6) mendatang. "Peningkatan penumpang tahun in lebih banyak 15-20 persen dibandingkan tahun lalu," katanya lagi.Budi Suyanto
"Kami mulai penggabungan dua rangkaian kereta api itu, sehingga dari 360 penumpang saat ini menjadi 765 penumpang dalam satu kali angkut," ujar Franoto Wibowo, Manager Humas PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, penggabungan rangkaian dua KA itu dilakukan sejak tanggal 10 Juni sampai dengan selesai masa angkutan Lebaran 2018.
Selain itu, penggabungan ini sangat membantu dan mengurangi kepadatan penumpang yang terjadi di Stasiun KA Tanjungkaranng, dikarenakan banyak pemudik yang menggunakan angkutan kereta api sebagai angkutan Lebaran yang dinilai nyaman dan murah.
Ia menambahkan, untuk sekali angkut, KRD Seminung dapat menampung 360 penumpang dan bila sudah digabungkan menjadi 765 penumpang.
"Kita bisa lebih menghemat waktu dan yang paling utama dapat mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Tanjungkarang," katanya pula.
Kondisi arus mudik Lebaran 2018 kali ini, menurut Franoto, pada Minggu (10/6) sejak pagi hingga malam hari peningkatan jumlah penumpang yang diberangkatkan menggunakan KA Rajabasa, KA Sriwijaya Limex, dan gabungan antara KRD Seminung dengan KA Way Umpu mencapai 15-20 persen per hari.
Bahkan tahun ini jumlah pemudjk terbanyak dan bisa diprediksi akan terus meningkat pada hari Selasa dan Rabu (12-13/6) mendatang. "Peningkatan penumpang tahun in lebih banyak 15-20 persen dibandingkan tahun lalu," katanya lagi.Budi Suyanto
Pewarta : Budisantoso B & Emir FS
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perumda Tirta Musi targetkan 15.000 sambungan baru di pinggiran Kota Palembang
27 March 2026 18:26 WIB
Polda Sumsel catat 30.956 kegiatan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026
26 March 2026 19:22 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pupuk Indonesia pastikan pasokan pupuk nasional aman di tengah konflik Timur Tengah
11 March 2026 13:53 WIB