Petir rusak peralatan elektronik warga
Rabu, 11 April 2018 17:01 WIB
Arsip- Petir . (ANTARA/Tibta Perangin Angin)
Negara, Bali (ANTARA News Sumsel) - Petir keras yang turun saat hujan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (10/4) petang lalu merusak peralatan elektronik sejumlah warga.
"Suara petirnya keras sekali, mendadak televisi saya mati. Antenanya kena sambar," kata Rahman Kholidi, seorang warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Rabu.
Selain televisi, dia mengatakan, alat untuk menjual bahan bakar minyak yang saat ini populer dengan sebutan pertamini miliknya juga mati, meskipun tidak ada tanda-tanda terbakar.
Pesawat televisi yang mendadak mati saat petir keras juga disampaikan Hj Chaeriyah warga lainnya yang sempat merasakan getaran keras saat petir menyambar.
Namun, menurut dia, setelah satu malam televisinya mati yang ia duga ada kerusakan, saat dihidupkan pada pagi harinya kembali menyala normal.
Sementara kerusakan lebih parah menimpa meteran listrik di rumah Bahariah, warga Dusun Kelapa Balian lainnya, yang sebagian rumahnya sempat diselimuti asap saat petir menyambar.
"Meteran listrik saya meledak, kemudian ada seperti kilat api masuk ke dalam rumah. Saya beserta anak saya lari menyelamatkan diri," katanya.
Ia mengatakan, kilatan seperti api masuk ke dalam rumahnya, dan ia merasa dikejar saat berusaha menyelamatkan diri.
Menurutnya, kilatan itu menjalar melewati lantai, kemudian meledak di salah satu kamar rumahnya.
Sambaran petir di rumah Bahariah ini, juga membuat beberapa perangkat elektronik warga sekitar terganggu, meskipun hanya sesaat.
Hari Selasa (10/4) petang, hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jembrana, yang selain sambaran petir di Desa Pengambengan, air banjir juga menggenang di beberapa wilayah.
Sebagian wilayah di Desa Kaliakah, Kelurahan Loloan Timur, Kelurahan Pendem dan Kelurahan Baler Bale Agung direndam banjir hingga menggenang di rumah sejumlah warga.
(T.KR-GBI/S. Muryono)
"Suara petirnya keras sekali, mendadak televisi saya mati. Antenanya kena sambar," kata Rahman Kholidi, seorang warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Rabu.
Selain televisi, dia mengatakan, alat untuk menjual bahan bakar minyak yang saat ini populer dengan sebutan pertamini miliknya juga mati, meskipun tidak ada tanda-tanda terbakar.
Pesawat televisi yang mendadak mati saat petir keras juga disampaikan Hj Chaeriyah warga lainnya yang sempat merasakan getaran keras saat petir menyambar.
Namun, menurut dia, setelah satu malam televisinya mati yang ia duga ada kerusakan, saat dihidupkan pada pagi harinya kembali menyala normal.
Sementara kerusakan lebih parah menimpa meteran listrik di rumah Bahariah, warga Dusun Kelapa Balian lainnya, yang sebagian rumahnya sempat diselimuti asap saat petir menyambar.
"Meteran listrik saya meledak, kemudian ada seperti kilat api masuk ke dalam rumah. Saya beserta anak saya lari menyelamatkan diri," katanya.
Ia mengatakan, kilatan seperti api masuk ke dalam rumahnya, dan ia merasa dikejar saat berusaha menyelamatkan diri.
Menurutnya, kilatan itu menjalar melewati lantai, kemudian meledak di salah satu kamar rumahnya.
Sambaran petir di rumah Bahariah ini, juga membuat beberapa perangkat elektronik warga sekitar terganggu, meskipun hanya sesaat.
Hari Selasa (10/4) petang, hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jembrana, yang selain sambaran petir di Desa Pengambengan, air banjir juga menggenang di beberapa wilayah.
Sebagian wilayah di Desa Kaliakah, Kelurahan Loloan Timur, Kelurahan Pendem dan Kelurahan Baler Bale Agung direndam banjir hingga menggenang di rumah sejumlah warga.
(T.KR-GBI/S. Muryono)
Pewarta : Gembong Ismadi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan cuaca Palembang, Kamis 10 September 2026: Berpotensi hujan ringan
10 September 2026 7:36 WIB
BMKG: Palembang alami hujan ringan disertai petir dan angin kencang pada Rabu
08 July 2026 13:45 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang, Senin 25 Mei 2026: Berpotensi hujan disertai petir
25 May 2026 8:27 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 26 April 2026: Berpotensi hujan disertai petir
26 April 2026 8:32 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB