Dua titik api masih terdeteksi di Riau
Sabtu, 1 April 2017 18:30 WIB
Ilustrasi Kebakaran Lahan . (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/17)
Pekanbaru (Antarasumsel.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru masih mendeteksi dua titik api yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Sabtu.
"Dua titik api terpantau di Pelalawan dan Rokan Hulu," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin di Pekanbaru.
Kedua titik api yang terpantau pencitraan satelit Terra dan Aqua, Sabtu pagi hari ini merupakan titik api yang sama yang terpantau pada Jumat kemarin (31/3).
Kedua titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen terdeteksi di Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan dan Kecamatan Tapung Kiri, Rokan Hilir.
Selain dua titik api, Sugarin mengatakan satelit juga mendeteksi satu titik panas atau indikasi kebakaran lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 61 persen juga terpantau di Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.
Keberadaan titik panas maupun titik api di Riau hari ini merupakan yang kedua kali dalam 24 jam terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Riau cenderung terik pada siang hari. Namun, BMKG Pekanbaru menyatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada malam atau dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau juga menyatakan bahwa wilayah Riau relatif aman dari kebakaran hutan dan lahan.
"Prakiraan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar Riau dalam kategori aman," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger.
Meski begitu, dirinya tetap meminta kepada seluruh anggota satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Riau untuk waspada dan giat melakukan operasi terpadu.
Pada Januari-Februari 2017 lalu, kebakaran sempat melanda sejumlah kabupaten di Riau. Rokan Hilir merupakan wilayah terakhir yang terbakar pada akhir Februari 2017 lalu, dengan total luas kebakaran mencapai 100 hektare.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Gubernur Riau segera menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan hingga 30 April mendatang.
Selain itu, dua wilayah lainnya yakni Rokan Hulu dan Kota Dumai telah menetapkan status yang sama terlebih dahulu.
"Dua titik api terpantau di Pelalawan dan Rokan Hulu," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin di Pekanbaru.
Kedua titik api yang terpantau pencitraan satelit Terra dan Aqua, Sabtu pagi hari ini merupakan titik api yang sama yang terpantau pada Jumat kemarin (31/3).
Kedua titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen terdeteksi di Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan dan Kecamatan Tapung Kiri, Rokan Hilir.
Selain dua titik api, Sugarin mengatakan satelit juga mendeteksi satu titik panas atau indikasi kebakaran lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 61 persen juga terpantau di Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.
Keberadaan titik panas maupun titik api di Riau hari ini merupakan yang kedua kali dalam 24 jam terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Riau cenderung terik pada siang hari. Namun, BMKG Pekanbaru menyatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada malam atau dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau juga menyatakan bahwa wilayah Riau relatif aman dari kebakaran hutan dan lahan.
"Prakiraan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar Riau dalam kategori aman," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger.
Meski begitu, dirinya tetap meminta kepada seluruh anggota satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Riau untuk waspada dan giat melakukan operasi terpadu.
Pada Januari-Februari 2017 lalu, kebakaran sempat melanda sejumlah kabupaten di Riau. Rokan Hilir merupakan wilayah terakhir yang terbakar pada akhir Februari 2017 lalu, dengan total luas kebakaran mencapai 100 hektare.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Gubernur Riau segera menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan hingga 30 April mendatang.
Selain itu, dua wilayah lainnya yakni Rokan Hulu dan Kota Dumai telah menetapkan status yang sama terlebih dahulu.
Pewarta : Anggi Romadhoni
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
Satgas Karhutla Sumsel kendalikan kebakaran 90 hektare di SM Padang Sugihan
11 September 2026 11:09 WIB
Kemenhut sanksi enam perusahaan pemegang izin hutan akibat karhutla di Kalimantan
25 August 2026 10:27 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB