Satria muda juara PERBASI CUP 2016
Senin, 31 Oktober 2016 0:36 WIB
Pemain Satria Muda Britama Jakarta bersorak merayakan kemenangan (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA Sumsel ) - Satria Muda Pertamina berhasil memenuhi targetnya dengan menjadi juara Perbasi Cup 2016 usai mengalahkan CLS Knights Surabaya dengan skor akhir 67-51.
Hasil yang didapat dari pertandingan di Britama Arena, Jakarta, Minggu itu sesuai dengan target yang dicanangkan pelatih SM Youbel Sondakh.
Satria Muda dan CLS Knights menampilkan para pemain andalannya sejak menit pertama pertandingan. Pemain naturalisasi Jamarr Johnson, Mario Wuysang mengisi "starting five" CLS.
Di kubu SM, dua pemain Amerika Serikar Tiras Jamaal Wade dan Dior "DLow" Lowhorn langsung dimainkan sejak menit pertama, disokong oleh Arki Wisnu dan Christian "Dodo" Sitepu.
Laga itu sendiri berjalan dengan sedikit mengejutkan karena CLS, juara Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim 2015-2016, langsung tertinggal 21-8 di kuarter pertama. Dior "DLow" Lowhorn menjadi momok bagi CLS dengan poin demi poin yang dicatatkannya pada sepuluh menit pertama itu.
Kuarter kedua, kedudukan langsung menjauh hasil dari tembakan tiga angka pemain SM, Juan Laurent. CLS melalui "point guard" Mario Wuysang berusaha memperkecil jarak poin dan sempat mmebiat skor menjadi 11-33.
Namun, tim asuhan Wahyu Widayat Jati itu tidak bisa memperbaiki keadaan dan harus kalah 41-18. Situasi tidak berubah di kuarter ketiga dan keempat dengan CLS tidak pernah melampaui atau bahkan menyamai skor Satria Muda.
Beberapa kali percobaan tembakan para pemain CLS diblok atau tidak menemui sasaran. Buang-buang peluang ini, selain 14 kesalahan atau "turn overs", menjadi salah satu alasan mengapa CLS kalah dan merelakan gelar direbut oleh Satria Muda.
"Anak-anak sepertinya kurang fokus dan pemilihan momen menembak bola mereka kurang bagus, makanyaa beberapa kali bisa diblok," ujar pelatih Wahyu Widayat Jati usai pertandingan.
Sementara pelatih Satria Muda Youbel Sondakh sangat puas atas penampilan anak-anak asuhnya di laga final tersebut.
"Saya puas sekali melihat permainan anak-anak, lihat saja statistiknya. Mereka main bagus sekali," tutur Youbel.
Adapun pada pertandingan final itu, DLow menjadi yang terbaik di kubu SM dengan mencatatkan "double-double", 24 poin dan 11 rebounds.
Di CLS, Mario Wuysang menabiskan dirinya menjadi pencetak poin tertinggi timnya, 12 poin dan empat rebounds.
Kemenangan ini sendiri sekaligus membalas kekalahan Satria Muda atas CLS Knights yang terjadi pda semifinal IBL musim 2015-2016. Selain itu, mereka juga menorehkan catatan manis di Perbasi Cup 2016 dengan tidak pernah kalah sejak awal turnamen sampai babak final.
Selain juara, Satria Muda juga memperoleh penghargaan lain yaitu "Most Valuable Player" (MVP) yang jatuh ke tangan Dior "DLow" Lowhorn.
Di balik kegembiraan Satria Muda, kabar menyedihkan datang usai partai final Perbasi Cup tersebut. Klub yang dimiliki Erick Thohir itu harus kehilangan "center" utamanya Rony Gunawan karena memutuskan pensiun.
Hasil yang didapat dari pertandingan di Britama Arena, Jakarta, Minggu itu sesuai dengan target yang dicanangkan pelatih SM Youbel Sondakh.
Satria Muda dan CLS Knights menampilkan para pemain andalannya sejak menit pertama pertandingan. Pemain naturalisasi Jamarr Johnson, Mario Wuysang mengisi "starting five" CLS.
Di kubu SM, dua pemain Amerika Serikar Tiras Jamaal Wade dan Dior "DLow" Lowhorn langsung dimainkan sejak menit pertama, disokong oleh Arki Wisnu dan Christian "Dodo" Sitepu.
Laga itu sendiri berjalan dengan sedikit mengejutkan karena CLS, juara Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim 2015-2016, langsung tertinggal 21-8 di kuarter pertama. Dior "DLow" Lowhorn menjadi momok bagi CLS dengan poin demi poin yang dicatatkannya pada sepuluh menit pertama itu.
Kuarter kedua, kedudukan langsung menjauh hasil dari tembakan tiga angka pemain SM, Juan Laurent. CLS melalui "point guard" Mario Wuysang berusaha memperkecil jarak poin dan sempat mmebiat skor menjadi 11-33.
Namun, tim asuhan Wahyu Widayat Jati itu tidak bisa memperbaiki keadaan dan harus kalah 41-18. Situasi tidak berubah di kuarter ketiga dan keempat dengan CLS tidak pernah melampaui atau bahkan menyamai skor Satria Muda.
Beberapa kali percobaan tembakan para pemain CLS diblok atau tidak menemui sasaran. Buang-buang peluang ini, selain 14 kesalahan atau "turn overs", menjadi salah satu alasan mengapa CLS kalah dan merelakan gelar direbut oleh Satria Muda.
"Anak-anak sepertinya kurang fokus dan pemilihan momen menembak bola mereka kurang bagus, makanyaa beberapa kali bisa diblok," ujar pelatih Wahyu Widayat Jati usai pertandingan.
Sementara pelatih Satria Muda Youbel Sondakh sangat puas atas penampilan anak-anak asuhnya di laga final tersebut.
"Saya puas sekali melihat permainan anak-anak, lihat saja statistiknya. Mereka main bagus sekali," tutur Youbel.
Adapun pada pertandingan final itu, DLow menjadi yang terbaik di kubu SM dengan mencatatkan "double-double", 24 poin dan 11 rebounds.
Di CLS, Mario Wuysang menabiskan dirinya menjadi pencetak poin tertinggi timnya, 12 poin dan empat rebounds.
Kemenangan ini sendiri sekaligus membalas kekalahan Satria Muda atas CLS Knights yang terjadi pda semifinal IBL musim 2015-2016. Selain itu, mereka juga menorehkan catatan manis di Perbasi Cup 2016 dengan tidak pernah kalah sejak awal turnamen sampai babak final.
Selain juara, Satria Muda juga memperoleh penghargaan lain yaitu "Most Valuable Player" (MVP) yang jatuh ke tangan Dior "DLow" Lowhorn.
Di balik kegembiraan Satria Muda, kabar menyedihkan datang usai partai final Perbasi Cup tersebut. Klub yang dimiliki Erick Thohir itu harus kehilangan "center" utamanya Rony Gunawan karena memutuskan pensiun.
Pewarta : Michael Siahaan
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
NBA ubah aturan, "lemparan terpaksa" di menit akhir tidak tercatat di statistik kegagalan individu
11 September 2025 7:33 WIB