Palembang (ANTARA Sumsel) - Pedagang asongan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai menawarkan pernak pernik Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang biasa diperingati setiap 17 Agustus.

Pantauan di perempatan lampu merah Rumah Sakit Charitas dan Pasar Cinde Palembang, Selasa, tampak pedagang asongan menjajakan pernak pernik HUT RI berupa umbul-umbul, bendera merah putih mini dan ukuran besar, aneka bentuk hiasan gantung bernuansa merah putih untuk dipasang di kendaraan atau ditempel di kaca mobil.

Ketika lampu merah menyala, sejumlah pedagang asongan bergegas memanfaatkan kesempatan kendaraan berhenti dengan menghampiri pengendara mobil menawarkan barang dagangan aneka pernak pernik Hari Ulang Tahun ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia itu.

Salah seorang pedagang asongan Wisnu mengatakan, dia dan beberapa temannya yang berasal dari Jawa setiap tahun bersama-sama datang ke Palembang sejak sebulan menjelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus memanfaatkan momentum itu dengan menjual pernak pernik HUT RI.

Pernak pernik HUT RI tersebut dijual dengan harga bervariasii tergantung dengan bentuk dan ukurannya, seperti bendera merah putih mini dan hiasan gantung dijual Rp10.000-Rp15.000 per buah.

Selain pedagang pernak pernik di lampu merah, juga mulai marak pedagang bendera merah putih dan umbul-umbul di pinggir jalan sejumlah kawasan seperti di Jalan Kampus POM IX mulai depan Gedung DPRD Sumsel hingga depan TVRI, beberapa titik di kawasan Jalan Radial dan kawasan jalan lainnya.

Menurut pedagang lainnya Sarono, menyambut peringatan HUT RI tahun 2016 ini berharap penjualan pernak pernik hari kemerdekaan untuk hiasan mobil dan dipasang di perkantoran rumah-rumah penduduk lebih banyak terjual dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pernak pernik HUT RI yang biasa dipasang di mobil dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp17.500, sedangkan bendera merah putih dijual dengan harga mulai Rp40.000 hingga Rp145.000 tergantung ukurannya sedangkan umbul-umbul dijual Rp40.000 hingga Rp95.000 per lembar, ujar dia pula.

Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2024